<
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Presiden dikabarkan batal buka Pesparawi, Setneg disebut tidak profesional
  • Kamis, 14 September 2017 — 20:52
  • 1388x views

Presiden dikabarkan batal buka Pesparawi, Setneg disebut tidak profesional

Anggota Polres Kaimana yang disiapkan untuk mengamankan penyelenggaraan Pespawari ke-12 di Kaimana - Jubi/Jacob Owen

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Kesiapan perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Ke-12 Tanah Papua di Kaimana, Papua Barat, Jumat (15/9/2017) tiba-tiba dirundung kekecewaan karena beredar kabar Presiden Joko Widodo yang direncanakan membuka kegiatan tersebut batal hadir.

“Padahal kami sudah kordinasi dengan Sekretariat Negara sejak jauh-jauh hari. Ini menunjukkan orang Sekretariat Negara tidak profesional,” kata Pater John Jonga, seorang tokoh gereja Papua yang sudah berada di Kaimana sejak seminggu yang lalu, Kamis (14/9/2017) malam.

Menurutnya, siang tadi ia mendapatkan kabar bahwa presiden tidak punya rencana membuka Pesparawi tersebut. Bahkan presiden juga tidak tahu soal Pesparawi itu.

Ia tak bisa menutupi kekecewaanya karena kegiatan tersebut sudah ditunda satu minggu hanya untuk menyesuaikan dengan jadwal presiden.

“Tentu kami kecewa. Panitia dan semua peserta juga kecewa. Betul-betul tidak profesional mereka (Sekretariat Negara) itu,” ulang Pater John, sambil menambahkan presiden tak mungkin lupa karena komunikasi dan kordinasi secara intens dilakukan dengan Sekretariat Negara dan lingkaran Istana Kepresidenan.

Lanjutnya, puluhan ribu peserta dan pendamping dari sejumlah daerah di pegunungan dan pesisir Tanah Papua hadir di Kaimana. Bahkan seluruh kepala daerah dari Papua dan Papua Barat juga datang ke Kaimana untuk mengikuti pembukaan yang rencananya dilakukan Presiden Joko Widodo.

“Awal Agustus lalu, Bupati Kaimana Matias Mairuma khusus diundang  ke Jakarta bertemu Mensesneg Pratikno untuk hal ini. Ketika itu Mensesneg menjelaskan, pada 9 September Presiden melakukan lawatan ke Vietnam, dan baru bisa ke Kaimana pada 15 September 2017,” jelas pastor John.

Dikutip Cahaya Papua, Bupati Kaimana Matias Mairuma masih optimis Presiden bisa hadir untuk membuka kegiatan Pesparawi. Menurut Bupati, jadwal kegiatan Presiden ke Vietnam merupakan agenda lama yang sudah dijelaskan oleh Mensesneg kepada tim Kaimana ketika mempresentasikan kegiatan Pesparawi di Kementerian Sekretaris Negara pada 3 Agustus lalu.

Penundaan pembukaan Pesparawi XII di Kaimana ini lanjut Bupati, terjadi atas saran Menteri Sekretaris Negara dan Kepala Staf Kepresidenan untuk disesuaikan dengan jadwal presiden.

Namun Bupati Mairuma mengaku hingga saat ini belum mendapat informasi baru terkait rencana kunjungan Presiden ke Kaimana. Namun demikian, ketidakhadiran Presiden diharapkan tidak mengganggu jalannya Pesparawi.

“Sampai saat ini saya juga belum mendapat berita Presiden kesini. Tetapi bagi kami ya ini kegiatan memuliakan Tuhan, Presiden kalau bisa hadir ya syukur, tidak juga syukur. Hanya saya sayangkan seandainya nanti beliau seratus persen tidak bisa hadir disini, mengapa tidak diinformasikan supaya tanggal 9 kita pembukaan. Ini juga untuk menghindari jangan sampai ada kesan yang tidak baik karena ketidakhadiran presiden,” ujarnya. (*)

Reporter :Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gereja Pasifik : Tidak masuk akal apa yang dilakukan diplomat Indonesia!

Selanjutnya

Apolo Safanpo dilantik sebagai Rektor Uncen periode 2017-2021

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua