<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Sang “Target Man” yang kurang fokus
  • Rabu, 18 Juli 2018 — 20:07
  • 667x views

Sang “Target Man” yang kurang fokus

Sang kapten Boaz Solossa saat memberikan bola kepada rekan setimnya Ian Louis Kabes pada laga kontra PSIS Semarang, Rabu (18/7/2018) - Jubi/Roy Ratumakin.
◕‿◕Tugas utama seorang penyerang dalam sepakbola adalah mencetak gol. Tapi sebenarnya tugas seorang penyerang lebih dari itu. Banyak pola yang bisa dimainkan oleh seorang penyerang. Salah satunya adalah target man.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Boaz Solossa selalu menjadi "target man" oleh seluruh pemain Persipura Jayapura pada beberapa pertandingan terakhir. Aliran bola dari belakang maupun dari tengah lapangan selalu diarahkan ke sang kapten. Namun dari beberapa pertandingan, sang target man tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik.

Tugas utama seorang penyerang dalam sepakbola adalah mencetak gol. Tapi sebenarnya tugas seorang penyerang lebih dari itu. Banyak pola yang bisa dimainkan oleh seorang penyerang. Salah satunya adalah target man. Dahulu, seorang target man hanya identik dengan kelihaiannya menerima umpan silang, pergerakannya hanya di tengah jantung pertahanan lawan, dan biasanya berbadan jangkung. Tapi sekarang, peran target man jauh berubah.

Tugas seorang target man kini lebih kompleks. Selain mesti tetap memiliki insting mencetak gol dan penyelesaian yang klinis, seorang target man kini punya tugas tambahan. Ketika ia mendapat umpan, seorang target man yang baik harus mampu menahan bola dan melindungi bola dari rebutan pemain bertahan lawan menggunakan punggung, lengan, dan cara apapun itu.

Oleh karena itu, penting bagi seorang target man memiliki fisik yang kuat dan keseimbangan yang bagus. Ketika menahan bola, pemain lain akan membantu penyerangan dan mencari ruang kosong. Saat itulah bola diberikan. Tapi tak menutup kemungkinan untuk membawa bolanya sendiri. Karena penyerang pun harus mengikuti instingnya dan menentukan tindakan mana yang paling tepat.

Berkaca pada laga Persipura menjamu tamunya PSIS Semarang yang berakhir dengan skor kacamata, yang berlangsung di Stadion Mandala, Rabu (18/7/2018), peran Boaz Solossa sebagai target man tak kelihatan. Malah sang pemain sering kehilangan bola ketimbang melindungi bola dari jangkauan pemain lawan.

"Secara pribadi, saya melihat memang Boaz agak kelelahan pada babak kedua sehingga dirinya sering kehilangan bola," kata Tony Ho menjawab kenapa peran Boaz tidak sempurna pada laga sore tadi.

Dirinya pun mengatakan, bahwa seorang target man haruslah seorang penyerang yang memiliki visi bermain seperti seorang pemain tengah. Ketika tak menguasai bola, seorang target man harus mencari ruang mana yang sekiranya ia bisa mendapatkan bola.

"Pergerakannya pun harus bisa membuka ruang kosong sehingga pemain tengah memiliki banyak opsi selain memberi umpan padanya. Maka dari itu seorang target man harus bisa menebak di mana posisi lawan dan di mana posisi rekan se-tim dengan cepat. Itu sudah dilakukan oleh Boaz namun tim PSIS selalu menumpuk semua pemainnya dibelakang. Ini yang menjadi kesulitan anak-anak untuk mencetak gol," ujarnya.

Target Man, sebagaimana tugas penyerang, tentu mencetak gol. Namun sebagai Target Man, Boaz diharapkan juga bisa menjadi pemantul atau pengacau garis pertahanan lawan.

Saat tak menguasai bola dan tim sedang membangun serangan target man berada di area depan kotak penalti. Ketika bola diterima di udara, maka ia harus bisa mengarahkan bola dengan kepalanya pada gelandang atau pemain sayap yang siap menusuk.

Jika bola diterima melalui permainan bola bawah, maka ia harus menahan bola sambil menunggu momentum untuk memberikan bola pada gelandang atau pemain sayap. Selain itu, bisa juga mendorong garis pertahanan lawan dengan kekuatan fisiknya sambil membelakangi gawang ke dalam kotak penalti.

Jika lawan menggunakan garis pertahanan tinggi, seorang target man diwajibkan untuk bisa menguasai dan melindungi bola agar bola tetap dalam penguasaan tim. Jika dikirim lewat udara, target man yang andal duel udara akan memungkinkan para pemain sayap atau gelandang mendapatkan umpan terobosan di area antara garis pertahanan tim lawan dengan kipernya.

Boaz Solossa memenuhi kualifikasi tersebut. Ia handal dalam duel udara. Penguasaan bolanya pun akurat dan sulit direbut. Selain itu, penyelesaian akhirnya di dalam kotak penalti memiliki kualitas jempolan.

Namun karena tugas target man tidak hanya sebagai pencetak gol, Boaz pun sudah terbiasa menjadi pencetak asis bagi rekan-rekannya.

"Kita tidak bisa menyalahkan Boaz secara keseluruhan dengan hasil imbang yang diraih oleh Persipura. Saya melihat apa yang sudah Boaz lakukan dalam pertandingan tersebut sudah baik. Dewi fortuna saya yang belum berpihak kepada Persipura dalam laga kali ini," kata Matias Rumaropen salah satu pendukung setia Persipura Jayapura yang ditemui Jubi usai laga. (*)

Reporter :Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Vincenzo Annese: Hasil ini positif

Selanjutnya

Pudarnya “Samba Yosim” di Persipura

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua