<
Show/Hide
  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Program rumah pintar dengan CSR
  • Rabu, 18 Juli 2018 — 08:03
  • 640x views

Program rumah pintar dengan CSR

Kegiatan di Rumah Pintar Pertamina – Jubi/Dok. Humas dan CSR Pertamina
◕‿◕Perusahaan di Papua sudah selayaknya memberikan perhatian lebih untuk mendorong pendidikan di Tanah Papua yang masih tertinggal. Salah satu mendukung pendidikan agar anak-anak Papua yang tidak mengikuti sekolah formal bisa membaca dan mendapatkan ijazah, seperti program rumah pintar yang dibuat Pertamina MOR VIII.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

PERTAMINA MOR VIII bekerja sama dengan Filantra meresmikan program Rumah Pintar Pertamina di Jayapura pada Kamis, 5 Juli 2018. Jubi melihat dari dekat kesiapan rumah pintar tersebut, apa dan seperti pengelolaanya.

Meski hampir putus asa menemukan rumah pintar milik Wa Ode Nurasia ini, karena tidak ada plang maupun penanda lain akhirnya Jubi bisa menemukan dengan bantuan seorang pemuda yang ternyata masih kerabat pemilik.

Ketika masuk pekarangan rumah, terasa kesan lebar dan luas, padahal ditutup dengan pagar seng yang cukup tinggi.

Rumah tersebut berwarna oranye dengan dua pintu masuk. Pekarangan cukup luas dengan angkringan tempat duduk di luar.

Layaknya, seperti kelas di mana kanan-kiri rak buku dari kayu tertata rapi di ruangan seluas 6 X 4 meter dengan beralaskan karpet permadani. Di dinding tergantung sebuah white board dan di bawahnya sebuah meja kecil berwarna hijau.

Wa Ode Nurasia langsung memperkenalkan diri sebagai pelaksana lapangan dari program rumah pintar.

Dengan ramah ia menceritakan tentang awal berdirinya rumah pintar yang dimulai dari pendidikan taman Al Quran pada 2010. Kemudian berlanjut menjadi perpustakaan keliling  pada 2014 dan menjadi PAUD Keliling pada 2017. Kegiatan tersebut diminati  masyarakat, namun tak berlangsung lama karena terbentur perizinan.

"Alhamdulillah Subhanallah, kita coba lagi dengan mendirikan satu ini yaitu rumah pintar dengan berdasarkan pengalaman yang ada bahwa di sekitar ini banyak anak yang tidak bisa membaca dan anak-anak yang dalam usia wajib belajar tidak dapat melanjutkan pelajarannya," ujarnya

Kemudian, kata Wa Ode, penggiat dari Filantra menawarkan bantuan karena lembaganya ingin membantu masalah masyarakat sekitar atau anak-anak agar dapat bersekolah dan membaca dengan baik.

"Karena ini dulunya rumah dinas dan kemudian rumahnya alih fungsi dengan kami gunakan untuk program rumah pintar atau taman pintar daripada menganggur dan semoga mendapatkan berkah, luar biasanya lagi program ini kita akan prioritaskan kepada anak-anak sekitar di sela kita punya waktu untuk mereka," ujarnya.

Sejak taman bacaan dan rumah pintar diresmikan, sudah banyak anak-anak yang terlibat. Bahkan ada tambahan di luar jumlah anak-anak sebelumnya sudah mendaftar.

"Jumat depan akan kita laksanakan mulai untuk membantu bagi anak-anak yang kurang bisa membaca," katanya.

Harapannya, kata Wa Ode, ke depan ada orang yang bersedia meluangkan waktu bersama anak-anak yang sedang belajar.

"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran untuk bisa bersama-sama mewujudkan perizinan lembaga pendidikan kesetaraan, sehingga nanti ada peserta yang didampingi untuk mempersiapkan ujian paket C, B, dan A,” katanya.

Kekurangan rumah pintar ini sekarang adalah buku-buku umum dan Filantra telah menyanggupi untuk pengadaan.

Ia mengatakan, akan ada bantuan dari Pertamina sebesar Rp100 juta untuk rumah pintar tersebut.

“Alurnya adalah dari Pertamina ke Filantra pusat, kami di Jayapura sebagai pelaksana atau relawan, bekerja berdasarkan arahan Filantra pusat, saya hanya khawatir saja jangan sampai masyarakat mengira kalau dana dari Pertamina kami yang menerima lansung, khawatir karena perkara dana sangat sensitif," katanya.

Sebanyak 50 remaja dan dewasa mengikuti program Corporate Sosial Responsibilty (CSR)  baru di Rumah Pintar yang digelar Pertamina MOR VIII Maluku Papua di Kelurahan Imbi, Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Program prioritas di salah satu bidang pendidikan untuk mengentaskan buta aksara dan program sekolah kesetaraan.

"Idenya membantu putus sekolah dan buta huruf, ternyata di daerah sekitar TBBM Jayapura cukup banyak sehingga inilah bentuk peran kecil Pertamina mendukung pemerintah daerah untuk mengentaskan buta aksara dan menyelesaikan ijazah resmi, " ujar Eko Kristiawan, Manager Communication and CSR PT Pertamina MOR VIII Maluku dan Papua kepada Jubi, Jumat, 6 Juli 2018.

"Jangan bilang ini sudah zamannya Twitter, Facebook, dan Instagram akan tetapi baca tulis masih ada yang susah," ujarnya.

Program CSR ini akan dilakukan di dua lokasi berbeda, sebanyak 25 anak-anak usia SD, SMP, dan SMA serta 25 dewasa akan menjadi peserta dengan harapan mereka bisa memaksimalkan program.

Dengan besar bantuan Rp100 Juta, Eko mengungkapkan, Pertamina dibantu oleh LSM, yang terus mendukung. Pelaksanaan program juga dievaluasi, baik untuk buta aksara dan menyelesaikan ijazah kesetaraannya.

Muchtar Uswanas mengharapkan masyarakat dapat memaksimalkan program tersebut, sehingga masyarakat bisa terbantu.

"Semoga ini dapat membantu masyarakat sekitar, terutama bagi putus sekolah dan buta aksara," ujarnya.

Ketua RT 01 RW02 Kelurahan Imbi Noak Piet Sarwa sangat mengapresiasi peran Pertamina tersebut.

"Karena tanpa pendidikan itu bagaimana mereka bisa maju, saya tak mau anak-anak tanpa sekolah dan ijazah, kebanyakan dari mereka itu karena lingkungan dan narkoba," katanya.(*)

Reporter :Syofiardi
Editor : Sindung Sukoco
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jalan berliku parpol lokal mendapat pengakuan negara

Selanjutnya

Maraknya pembalakan liar di Tanah Papua

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua