Peringatan Peristiwa Bougainville Ingatkan Luka Lama

share on:

Bougainville, Jubi – Lima belas tahun lalu, 25.000 nyawa penduduk asli di wilayah Bougainville melayang setelah bersusah payah mempertahankan tanah leluhurnya yang dilirik perusahaan tambang multinasional Rio Tinto. 

Rakyat pribumi Bougainville/ dok.postcourier.com.pg
Rakyat pribumi Bougainville/ dok.postcourier.com.pg

Para penduduk itu hanya berbekal senjata seadanya. Para wanita, bahkan hanya mengandalkan gigi mereka untuk menggigit polisi hingga tumbang.

Perlawanan berhenti dan diikat dalam kesepakatan damai bernama Bougainville Peace Agreement (BPA).

Kini, Rio Tinto telah angkat kaki karena tembaga di perut bumi Bougainville telah habis, menyisakan gunung yang rusak menganga di tanah mereka.

Peristiwa mengerikan itu tak begitu saja dilupakan. Harian ternama di Papua Nugini, Post Courier akan mengupas BPA secara tuntas dalam edisi Kamis (1/9/2016) sebagai upaya mereka memperingati peristiwa tersebut.

“Pelajaran dari konflik bisa kita ambil dengan tetap memperingatinya meski pahit. Masa lalu kita menentukan masa depan dan kita tetap bisa mengambi pelajaran dari masa lalu itu dengan cara yang baik,” tulis Barney Orere di postcourier.com.pg pada Selasa (30/8/2016).

Satu hal yang selalu menarik dibahas yaitu kepentingan para investor terhadap orang-orang asli penghuni suatu pulau. Hal ini adalah hal yang sama yang memicu perang di Pasifik setelah Perang Dunia II. Dan lebih mengerikan lagi, kasus-kasus perang terhadap orang asli yang dilakukan oleh pemerintahnya sendiri.

Laporan khusus BPA ini akan terbit di tengah memanasnya hubungan antara pemerintah otonomi Bougainville dengan pemerintah pusat Papua Nugini terkait pembagian saham Bougainville Copper Ltd (BCL) warisan Rio Tinto.

Masalahnya, lahan tambang Panguna tempat BCL beroperasi itu kini telah kehilangan potensi kekayaannya. Namun, kedua pemerintah bersikukuh berebut jatah saham. Sementara, kepentingan orang asli yang tinggal di sekitar lahan tambang masih tidak diperhatikan. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Peringatan Peristiwa Bougainville Ingatkan Luka Lama