Mantan Presiden Nauru Gugat Hasil Pemilu

share on:

Nauru, Jubi – Sekelompok politikus Nauru bersama-sama dengan mantan presiden, Sprent Dabwido melancarkan protes terhadap hasil pemilu yang berlangsung pada 9 Juli lalu. Mereka menemukan bukti-bukti kecurangan yang terjadi selama pemilu. 

Sprent Dabwido/ RNZI
Sprent Dabwido/ RNZI

Dabwido mengatakan bahwa gugatan ini diawali dengan petisi terlebih dahulu. Beberapa daerah pemilihan yang sudah mengirimkan petisinya yaitu dari Boe, Meneng, dan Ubenide.

Dabwido yang juga bertarung dalam pemilu itu kehilangan kursinya di Meneng.

Kecurangan di Ubenide dilakukan di antaranya oleh Menteri Kehakiman, David Adeang yang juga menjadi kandidat dalam pemilu lalu.

Dabwido mengatakan ia menerima kesaksian dari seseorang yang menyebutkan bahwa Adeang menemani petugas pemilu ketika mengantarkan kotak suara ke sebuah lokasi dan bahkan ke lokasi terlarang tetap diikuti.

Di dapil Ubenide, sepupu Dabwido tidak diperkenankan mengikuti proses penghitungan suara seusai pemilu.

Ia menambahkan, bahwa dirinya menemukan inkonsistensi dalam jumlah surat suara. Sehingga banyak surat suara yang yang hilang dan atau bertambah di dapil-dapil tertentu dan tidak sesuai dengan jumlah sesungguhnya. “Banyak keanehan dan kecurangan dalam pemilu ini,” ujarnya.

Sidang dengar pendapat atas gugatan yang diajukan Dabwido ini diperkirakan akan berlangsung akhir bulan September mendatang. (*)

 

 

 

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mantan Presiden Nauru Gugat Hasil Pemilu