Kompekstram Tolak Transmigrasi di Kabupaten Maybrat

share on:
Koalisi Mahasiswa, Pemuda Dan Pelajar Di Kabupaten Maybrat - Jubi/Hengky
Koalisi Mahasiswa, Pemuda Dan Pelajar Di Kabupaten Maybrat – Jubi/Hengky

Jayapura Jubi – Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Kabupaten Maybrat (Kompekstram) menolak program transmigrasi yang rencanakan akan dilakukan di Distrik Mare Raya dan Mare Barat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

“Kami dengan tegas menolak program trans Nasional dan lokal dengan tanpa alasan, sebab program tersebut dapat menghancurkan hak hidup masyarakat pribumi dari berbagai sektor, dari aspek  sektor Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya, kata Koordinator Umum Kompekstram Mario Yumte kepada Jubi, Rabu (24/8/2016).

Dikatakan Mario, Dengan kehadiran transmigrasi diperkirakan dapat memeperkeruh suasana hidup masyarakat setempat, sebab masyarakat setempat akan tersisih karena sistem kehidupan masyarakat diambil.

Padahal, jelas Mario tujuan pemekaran Kabupaten Maybrat, dan pemekaran Distrik Mare Raya dan Mare Barat untuk membuka lapangan pekerjaan bagi anak pribumi, demi membangun masyarakat setempat agar dapat berkembang seperti di daerah lain di Papua.

“Adanya tujuan pemekaran tersebut untuk membangkitkan hak hidup masyarakat setempat, melalui kesejahteraan pembangunandari berbagai sektor,” ujar Mario Yumte.

Sementara itu wakil pemuda lainnya Beni C. Bame mengatakan, Kepala Distrik Mare Raya Rafel Nauw mengatakan ia bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk mendatangkan transmigrasi sebanyak 5 ribu kepala keluarga untuk Distrik Mare Raya dan Distrik Mare Barat.

“Ungkapan tersebut tanpa berkoordinasi kepada kepala kampung dan masyarakat. Sehingga kami mahasiswa, pemuda, pelajar dan masyarakat menolak dan mengutuk keras pengusulan program tersebut,” katannya.

Sedangkan perwakilan pemuda lainnya Naftalis Kinho mengatakan Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Maybrat untuk berhenti untuk melakukan sesuatu program yang dapat menghancurkan masa depan wilayah serta masyarakat asli Maybrat.

Dikatakan, dengan adanya program trans Nasional dan Lokal, pejabat Kabupaten Maybrat hanya akan mendatangkan konflik antara masyarakat pendatang dan masyarakat setempat/pribumi.

“Sehingga semua apa yang diharapkan oleh masyarakat melalui dukungannya hanya sebagai simbol kepercayaankepemimpinan, bahkan sebagai pembalasan kepentingan kedepan,” pungkasnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kompekstram Tolak Transmigrasi di Kabupaten Maybrat