O’Neill dan Momis Terus Berseteru Soal Jatah Saham Rio Tinto

share on:
Panguna
Kawasan tambang Panguna/ RNZI

Port Moresby, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill memperingatkan Kepala Daerah Bougainville, John Momis untuk tidak bermain politik dalam soal jatah saham perusahaan tambang peninggalan Rio Tinto.

O’Neill berang terhadap Momis yang melawan kebijakannya terkait pembagian jatah saham Bougainville Copper Limited (BCL) kepada suku asli yang menjadi pemilik lahan di sekitar lokasi tambang.

Seperti diberitakan, Momis berpendapat seharusnya O’Neill memberikan jatah saham tersebut kepada pemerintah otonom Bougainville (ABG) yang dipimpin olehnya.

Saat itu, Momis juga mengecam kebijakan O’Neill tersebut bisa menghambat proses perdamaian antara PNG dengan rakyat Bougainville.

“Tuan Momis sedang berusaha memanipulasi proses perdamaian demi keuntungan politik pribadinya,” ujar O’Neill seperti dikutip dari radionz.co.nz pada Senin (22/8/2016).

O’Neill menegaskan bahwa sikap dan pandangan pemerintah pusat PNG terhadap persoalan ini sudah final. Itu artinya, tidak akan ada jatah saham bagi pemerintah otonom (ABG).

Bagi O’Neill, kebijakan ini baik demi transparansi dan memastikan bahwa keuntungan saham bisa dinikmati langsung oleh masyarakat suku asli yang sesungguhnya sebagai pemilik lahan di bekas tambang tembaga yang dioperasikan perusahaan asal Australia, Rio Tinto.

Sikap John Momis menuai kecaman juga dari anggota parlemen daerah Bougainville, Jimmy Miringtoro. Menurut dia, Rio Tinto telah memberikan jatah saham sebesar 17,4% kepada pemerintah pusat.

Oleh karena itu, hak prerogatif Peter O’Neill selaku perdana menteri untuk memberikan jatah saham tersebut kepada masyarakat suku asli di sekitar lahan tambang.

Sementara, pemerintah otonom Bougainville justru ditawari jatah saham lebih besar oleh Rio Tinto, yaitu sebesar 36% yang menjadikannya sebagai pemilik saham dengan bagian terbesar.

“Saya tidak mengerti atas pernyataan John Momis yang mengatakan bahwa kebijakan ini akan mengganggu proses perdamaian. Menurut saya ini langkah yang baik untuk mewujudkan perdamaian dan jalan keluar dari krisis yang selama ini terjadi,” katanya seperti dikutip dari postcourier.com.pg. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  O’Neill dan Momis Terus Berseteru Soal Jatah Saham Rio Tinto