Menang di MK, Dorinus: Tak Ada Dendam Politik

share on:
Ilustrasi Pencoblosan Pilkada Serentak di Papua - Jubi/Islami
Ilustrasi Pencoblosan Pilkada Serentak di Papua – Jubi/Islami

Jayapura, Jubi – Bupati terpilih Mamberamo Raya (Mambra) Dorinus Dasinapa akan memimpin kabupaten itu lima tahun kedepan bersama wakilnya, Yakobus Britai setelah Mahkamah Konsititusi menyatakan memengkan pasang ini dalam Pilkada Mambra yang berlangsung hingga tiga kali pemungutan suara, dua diantaranya merupakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa kampung.

Meski dinyatakan menang dalam Pilkada yang rumit itu, Namun Dasinapa menyatakan ia dan pasangannya tak punya dendam politik kepada pesaing mereka.

“Siapun kandidat, tim sukses kandidat di Mamberamo Raya, harus bersatu membangun Mamberamo Raya. Jangan ada dendam. Persaingan politik sudah berakhir. Mari saling menghargai dan jangan saling mengintimidasi satu sama lain. Siapa lagi yang akan membangun Mamberamo Raya kalau bukan kami,” kata Dasinapa akhir pekan lalu.

Katanya, Pilkada Mambra tidaklah mudah. Persaingan politik yang begitu berat. Pihaknya mencoba menunjukkan demokrasi yang bersih. Tapi mendapat tantangan. Namun itu semua bisa dilalui bersama pasangannya, tim sukses dan para pendukungnya.

“Secara kasat mata. Pemikiran manusia, kami tak mampu. Tapi Tuhan menunjukkan jalan. Meski kami tak punya kekuatan dan tak diback up pejabat siapapun, hanya adik-adik saya. Mereka yang tak berjas, tak berdasi, tidak bercelana panjang, tidak bersepatu. Berjalan tanpa alasan kaki berjuang bersama kami dan menunjukkan kami bisa. Dalam kondisi yang minus itu, kami bisa menang karena pertolongan Tuhan,” ucapnya.

Dasinapa meminta kepada semua pihak yang mendukung dirinya dan pasangannya, tak melontarkan bahasa yang seakan-akan menuntut imbalan.

“Jangan ada kalimat karena saya dia bisa jadi bupati. Apapun yang sudah terjadi, mari bersatu membangun Mamberamo Raya kedepan. Ini yang kami harapkan. Apa yang kurang dalam pemerintahan diperbaiki. Tak ada yang berkuasa. Hanya status jabatan yang berbeda,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Orwan Tolli Wone mengatakan, dalam politik tak ada musuh yang abadi. Berseberangan ketika bersaing dalam Pilkada adalah hal biasa. Setelah itu, para kandidat, tim sukses dan pendukung calon harus bersatu dan saling mendukung demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyakat.

“Itulah politik. Setelah semua persaingan berakhir, saatnya bahu membahu membangun daerah. Jangan ada dendam. Kalah menang itu hal biasa,” kata Orwan. (*)

Editor : Dominggus Mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Menang di MK, Dorinus: Tak Ada Dendam Politik