Rekonsiliasi Diminta Libatkan Sepuluh Bupati Pegunungan Tengah

share on:
Pertemuan Bupati Jayapura, Matius Awoitau bersama warga yang bertikai untuk mencarikan solusi bersama – Jubi/Engel Wally
Pertemuan Bupati Jayapura, Matius Awoitau bersama warga yang bertikai untuk mencarikan solusi bersama – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Sepuluh bupati di kabupaten-kabupaten yang berada di pegunungan tengah Papua diminta bertanggung atas perdamaian usai bentrok warga yang terjadi di Kampung Nendali (Netar) dan Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, 24 Juni lalu.

Hal itu dikatakan salah satu kepala suku masyarakat Lapago di Jayapura, Jenius Lene ketika ditemui Jubi di Sentani, Jayapura, Rabu (29/6/2016).

“Persoalan yang terjadi di sini bukan hanya Bupati Jayapura yang bertanggung jawab, tetapi ada 10 bupati di pegunungan tengah yang harus juga bertanggung jawab terhadap persoalan ini, termasuk Gubernur Papua. Karena bentrok yang telah terjadi beberapa waktu lalu adalah masyarakat dari 10 bupati di pegunungan tengah,” katanya.

Jenius juga meminta agar proses rekonsiliasi (perdamaian) dua kelompok warga dilakukan melalui simbol babi dan sejumlah uang.

“Damai antara dua kubu ini tidak hanya sebatas kata damai saja, tetapi harus juga ditaruh uang dan babi sebagai jaminannya. Dan ini merupakan tradisi bagi kami sebagai masyarakat Lapago di pegunungan tengah untuk menyelesaikan sebuah persoalan yang telah terjadi,” katanya.

Bupati Jayapura Matius Awoitau kepada Jubi mengatakan akar atau penyebab persoalan yang terjadi di daerah yang dipimpinnya itu yang harus dicari, bukan dengan menyiapkan simbol-simbol yang menjadi perdamaian.

“Kita tidak bicara soal babi dan uang, kita mau akar persoalanya yang diselesaikan. Sehingga persoalan ini tidak lagi berkepanjangan dan semua bisa diterima dengan hati yang senang dan Daerah kita kembali damai, aman dan tenteram,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Rekonsiliasi Diminta Libatkan Sepuluh Bupati Pegunungan Tengah