Pemilik Hak Ulayat Bubarkan Sosialisasi Bandara Mopah

share on:
Salah seorang pemilik hak ulayat, Hengky Ndiken. Jubi/Frans L Kobun
Salah seorang pemilik hak ulayat, Hengky Ndiken. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Pemilik hak ulayat mengancam akan melakukan pemalangan tanah Bandar Mopah Merauke seluas kurang lebih 60 hektar, karena hingga sekarang belum adanya penyelesaian ganti rugi dari pemerintah pusat.

“Tadi pagi, ada kegiatan sosialisasi yang hendak dilakukan Bandar Udara Mopah  yang dihadiri beberapa instansi, terkait rencana pembangunan terminal bandara baru, namun saya langsung bicara dan meminta kegiatan dihentikan dan tak boleh dijalankan. Karena masih ada persoalan tentang  hak ulayat yang belum diselesaikan,”  tegas salah seorang pemilik hak ulayat, Hendrikus Hengky Ndiken di Merauke, Rabu (25/5/2016).

Kegiatan sosialisasi itu hendak dilangsungkan di salah satu ruangan hotel dan langsung dibubarkan. Karena tanpa diketahui pemilik hak ulayat. “Kami mempunyai hak menuntut, lantaran belum ada penyelesaian dari pemerintah,” tuturnya.

Hengky menegaskan, berdasarkan hasil keputusan rapat di Manado pada 15 September 2015, telah disepakati tidak boleh ada kegiatan apapun dilakukan pihak bandar udara, jika belum ada penyelesaian tanah ulayat. “Saya mengikuti pertemuan dimaksud dan mestinya Kepala Bandar Udara Mopah, Nasaruddin harus mematuhi kesepakatan dimaksud. Bukan secara diam-diam melakukan kegiatan sosialisasi seperti begini,” pintanya.

“Kami sebagai pemilik hak ulayat marah dong, karena belum ada penyelesaian ganti rugi tanah 60 hektar,   sementara sosialisasi pembangunan terminal Bandar Udara Mopah mau dijalankan,” ujarnya.

Kepala Bandar Udara Mopah Merauke, Nasaruddin yang hendak diwawancara sejumlah wartawan, menolak memberikan komentar dan langsung bergerak pergi.

“Nanti bisa tanyakan langsung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Saya tidak mau bicara dan memang kegiatan sosialisasi tidak jadi dilaksanakan,” tuturnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemilik Hak Ulayat Bubarkan Sosialisasi Bandara Mopah