100 Hektare Lahan Sawah di Merdeka Kering

share on:
Ilustrasi - mongabay.co.id
Ilustrasi – mongabay.co.id

Kupang, Jubi – Lahan sawah seluas sekitar 100 hektare di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kekeringan akibat kemarau panjang dalam musim tanam 2015/2016.

“Lahan sawah seluas sekitar 100 hektare itu dibiarkan begitu saja oleh para petani, karena tidak ada aliran air ke areal persawahan tersebut,” kata Lurah Merdeka W Dj Tinenti ketika ditemui Antara di kantor kelurahan tersebut, Rabu (25/5/2016).

Ia menjelaskan lahan sawah seluas 100 hektare itu terletak di lokasi persawahan Oel’O, sekitar 35 kilometer arah timur Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Sejak Februari 2016, para petani di Oel’O membiarkan sawahnya merana, karena tidak ada aliran air ke petak-petak sawah. Situasi ini membuat para petani jadi kalut menghadapi musim paceklik tahun ini,” ujarnya.

Areal persawahan seluas 100 hektare di Oel’O Merdeka itu, selama ini mendapat distribusi air dari Bendungan Tilong, sekitar 10 kilometer utara Kelurahan Merdeka.

Tahun ini tidak ada distribusi air dari Bendungan Tilong, karena debit air di bendungan tersebut juga mengalami penyusutan yang cukup signifikan sekitar 60 persen menyusul El Nino.

Menurut dia, para petani sawah setempat sudah mengantisipasi dengan sumur bor, namun debit air dari sumur bor tersebut juga sangat kecil.

“Sebagian petani sudah sempat menanam padi di areal persawahan yang ada, namun setelah itu layu dan akhirnya mati, karena tidak ada lagi suplai air dari sumur bor,” katanya.

Ia mengatakan para petani di Oel’O meminta pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar beras guna mengimbangi harga beras yang dijual para pedagang di pasar. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  100 Hektare Lahan Sawah di Merdeka Kering