Gubernur Papua Terima Wejangan dari Ramos Horta

share on:
Gubernur Papua Lukas Enembe Didampingi Ketua DPRP Yunus Wonda dan Ketua MRP Timotius Murib Foto Bersama Mantan Presiden Timor Timur Ramos Horta - Jubi/Alex
Gubernur Papua Lukas Enembe Didampingi Ketua DPRP Yunus Wonda dan Ketua MRP Timotius Murib Foto Bersama Mantan Presiden Timor Timur Ramos Horta – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Mantan Presiden Timor Timur Ramos Horta memberikan pesan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe untuk menyelesaikan permasalahan di Papua secara menyeluruh tanpa ada pertumpahan darah.

Gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup, di Jayapura, Selasa (3/5/2016) mengatakan kedatangan Ramos Horta untuk memberi masukan mengenai permasalahan di Papua.

“Ramos Horta memberikan nasihat agar tidak ada pertumpahan darah karena perjuangan seperti ini tidak ada hasilnya,” katanya.

Menurut Enembe, jika menggunakan kekerasan permasalahan di Papua tidak akan selesai karena pihak Ramos Horta juga pernah melakukannya, namun tidak ada hasilnya.

“Semua masukan sangat positif, bahkan Ramos menyarankan agar ada dialog dengan melibatkan semua komponen di Papua,” ujarnya.

Selain itu, ujar Enembe, Ramos Horta juga menyarankan agar Pemerintah Provinsi Papua dapat memprioritaskan pendidikan bagi generasi muda Papua.

“Sikap politik Ramos sangat jelas mengutamakan pendidikan dalam integritas NKRI sehingga dalam menyelesaikan permasalahan di Papua,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan Papua dan Timor Timur sama-sama pernah menjadi daerah jajahan sehingga masih ada beberapa hal bisa diselesaikan dengan cara yang sama.

Sehari sebelumnya, Ramos Horta telah bertemu tokoh-tokoh Papua yang berlangsung di salah satu restoran yang ada di Kota Jayapura. Tokoh Papua tersebut diantaranya Franz Alberth Yoku, Ramses Ohee, Nick Messet dan Jhon Norotouw.

Usai pertemuan Franz Alberth Yoku mengatakan, pihaknya bertemu dengan Ramos Horta membicarakan banyak hal namun inti dari pertemuan tersebut bahwa dirinya mendukung sepenuhnya Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dia menginginkan agar Papua tetap menjadi bagian dari NKRI. Karena menurutnya, ketika dirinya berjuang untuk memisahkan Timor Leste dari Indonesia dan berdiri menjadi negara yang berdaulat, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan,” ujarnya.

Menurut Yoku, Ramos Horta pun berpesan kepada masyarakat Papua bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Dan Papua harus bangga bisa menjadi bagian dari negara yang besar tersebut.

“Dia tidak menyesal dengan apa yang sudah diperjuangkan dulu, namun ada baiknya Papua yang masih menjadi bagian NKRI harus tetap dipertahankan sebelum menyesal di kemudian hari,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Nick Messet yang merupakan mantan Menteri Luar Negeri OPM kepada wartawan mengatakan bahwa ketika dirinya berjuang di luar Papua untuk memperjuangkan agar Papua bisa terlepas dari Indonesia akhirnya sia-sia karena tidak diakui oleh negara luar.

“Saya harus berjuang sendiri di sana, namun apa yang saya dapat? Perjuangan yang saya lakukan semuanya sia-sia karena dunia luar masih menganggap bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Untuk itu saya secara pribadi mengajak masyarakat Papua lainnya untuk berjuang dan memerdekakan diri dari sisi ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan kebudayaan,” tutupnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gubernur Papua Terima Wejangan dari Ramos Horta