Sekda Papua: Ada Petugas Kesehatan Yang Menjual Alkohol 70%

share on:
Sekda Papua, TEA Herry Dosinaen sedang bersalaman dengan salah satu dokter senior di Papua, dr. Gunawan, Selasa (12/04/2016) - Jubi/Abeth You
Sekda Papua, TEA Herry Dosinaen sedang bersalaman dengan salah satu dokter senior di Papua, dr. Gunawan, Selasa (12/04/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, T.E.A. Herry Dosinaen mengungkapkan, hingga saat ini ada banyak petugas kesehatan di berbagai Rumah Sakit, Puskesmas dan Pustu di Papua menjual alkohol 70% kepada khalayak umum.

“Banyak pengalaman di sejumlah kabupaten, lebih khusus kabupaten/kabupaten di wilayah pegunungan, ada petugas kesehatan yang menjual alkohol 70% kepada para pemuda,” jelas T.E.A Herry Dosinaen dalam sambutan ketika serah terima jabatan Direktur RSUD Abepura dan Direktur RSJ Abepura di Jayapura, Selasa (12/04).

Dosinaen menegaskan, hal ini harus diantisipasi oleh RSUD Abepura, RSJ Abepura dan RSUD Dok II Jayapura.

“Jaga ini, jangan sampai ada staf yang juga menjual alkohol. Karena banyak masyarakat juga mengkonsumsi alkohol yang dicampur yang cairan lainnya, seperti air putih, sprite, coca-cola dan lainnya,” tuturnya.

Semua harus bersinergi dalam memberantas minuman keras, alkohol serta narkoba, karena ini dilakukan demi penyelamatan umat manusia di atas tanah Papua.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai mengatakan, pihaknya akan segera mengedarkan surat kepada semua Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mengawasi dengan lebih ketat lagi.

“Dalam mengeluarkan obat-obatan, terutama cairan-cairan yang berbau alkohol untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik alkohol 70% kepentingan medis, maupun yang berbau alkohol yang ada di dunia medis,” katanya.

Dalam surat edaran yang akan dikeluarkan itu, pihaknya akan merinci sanksi kepada petugas yang melakukan pelanggaran itu.

“Dan itu sudah menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa Papua ke depan,” lanjutnya.

Mengenai pemberantasan minuman keras, Giyai mengatakan, hal itu harus dimulai dari tenaga kesehatan.

“Langkah pemberantasan minuman beralkohol ini hukumnya wajib, dimulai dari tenaga kesehatan. Itu harus,” tegasnya. (Abeth You)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sekda Papua: Ada Petugas Kesehatan Yang Menjual Alkohol 70%