WRI Sebut Peralatan Kesehatan di Tanah Papua Tak Memadai

share on:
Ilustrasi
Ilustrasi

Sorong, Jubi – Women Research Institute (WRI) merilis banyak peralatan kesehatan di Papua dan Papua Barat yang tidak memadai. Disebutkan juga kematian ibu dan anak di Indonesia umumnya terjadi di rumah sakit.

Salah satu peneliti WRI, Bunga Pelangi di Sorong, Senin (15/3/2016) mengatakan kematian ibu dan anak tinggi disebabkan oleh pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dirujuk hanya berdasarkan jumlah minimal tempat tidur, serta tidak didasarkan pada pertimbangan yang lebih penting, seperti fasilitas ICU, NICU, dan ventilator.

Menurut dia terdapat rumah sakit yang memenuhi syarat kelengkapan alat kesehatan yang muktahir, tetapi tetap diklasifikaasikan sebagai rumah sakit kelas C ( atau kelas terendah ) karena tidak memenuhi jumlah minimal tempat tidur. Akibatnya rumah sakit tersebut tidak boleh melayani komplikasi persalinan yang cukup berat.

“Banyak peralatan yang tidak memadai serta Pelayanan Obstetri dan Neonatal Komprehensif (PONEK) di Jakarta Timur , seperti alat bedah labarotomi dan ventilator (pengawasan gawat nafas) dan Ultrasonograpy(USG),” katanya.

“Kasus seperti ini tidak saja terjadi di sini (Papua dan Papua Barat), melainkan juga di pulau Jawa,” lanjutnya.

Tokoh Perempuan Papua Barat Yohana Kamesrar berpendapat untuk menekan kasus kematian ibu dan anak dibutuhkan rumah sakit tipe A ke tipe B.

“Terkadang masalah klasik inilah yang dialami masyarakat sehingga kebanyakan membuat pasien pasrah,” kata Yohana. (Niko MB)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WRI Sebut Peralatan Kesehatan di Tanah Papua Tak Memadai