Diskriminasi Terhadap Perempuan dan Anak Masih Terjadi

share on:
Suasana Pembukaan Rapat Koordinasi Perempuan dan Anak se Indonesia - Jubi/Alex
Suasana Pembukaan Rapat Koordinasi Perempuan dan Anak se Indonesia – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Meskipun pembangunan pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender mengalami kemajuan yang signifikan, namun disisi lain masih terdapat diskriminasi terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Ketua Panitia Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak Se Indonesia 2015, Doren Wakerkwa, di Jayapura, Selasa (20/10/2015) mengatakan tantangan dan permasalahan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih sangat besar.

“Untuk itu kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Indonesia merasa sangat perlu untuk duduk bersama pada level nasional untuk membicarakan hal ini, maka Papua dipilih sebagai tempat untuk mencari solusi” katanya.

Menurut Doren, rapat koordinasi nasional perempuan dan anak bertujuan untuk sinkronisasi kebijakan, program dan kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antar sektor, wilayah dan antara pusat dan daerah.

Selain itu meningkatkan koordinasi antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antara pemerintah daerah dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Meningkatkan kerjasama antara pemerintah dengan perguruan tinggi, dan masyarakat dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlidungan anak.

“Kami harap hasil yang didapat dalam pertemuan ini adalah adanya sinkronisasi program antar wilayah, pusat dan daerah, identifikasi keberhasilan, identifikasi tantangan kedepan dan tersusunya rekomendasi tindak lanjut Rakornas perempuan dan anak 2015,” ucapnya.

Dia menambahkan, Rakornas perempuan dan anak se Indonesia dihadiri 693 orang, terdiri dari 50 orang dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, 350 orang perwakilan kawasan, dan 293 dari provinsi Papua.

“Rakornas tahun ini dibiayai dari dana APBN kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan APBD pemerintah provinsi Papua serta sumber lain yang tidak mengikat,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan saat ini masih banyak diskriminasi dan kesenjangan yang terjadi atas nama laki-laki dan perempuan. Dimana untuk Papua disegala bidang masih sangat terasa terutama di area Freeport dan ekonomi.

“Secara ekonomi perempuan Indonesia belum seluruh terserap dalam dunia usaha,” kata Klemen. (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Diskriminasi Terhadap Perempuan dan Anak Masih Terjadi