World Vision Khawatirkan Tingkat Kesehatan PNG dalam Pencapaian MDG’s

share on:
Ibukota PNG, Port Moresby - Suplied
Ibukota PNG, Port Moresby – Suplied

Jayapura, Jubi – World Vision mengatakan kinerja pemerintah Papua Nugini (PNG) untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak menjadi masalah nyata di negara ini.

Pernyataan ini disampaikan saat pemeriksaan senat Australia atas pelaksanaan program bantuan Canberra di PNG.

Direktur program PNG, Dr. Curt von Boguslawski, mengatakan rendahnya tingkat kesehatan pada bayi, yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang menghambat perkembangan otak mencapai hampir 50 persen, salah satu yang tertinggi di dunia.

Dia mengatakan angka kematian balita di PNG mencapai 61 dari 1000 kelahiran hidup, dan satu dari 120 ibu hamil berpotensi meninggal saat melahirkan.

Von Boguslawski mengatakan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, yang menggantikan MDGs pada akhir tahun ini, memberikan kesempatan bagi Australia untuk berbuat lebih banyak, menghindari hasil yang mengecewakan di masa depan.

“Kegagalan pencapaian ini sangat nyata, tingkat kematian ibu dan anak, kurangnya akses makanan bergizi, air bersih dan akses pendidikan dan potensi apa yang bisa mereka capai, selama masa kanak-kanak,” kata pemerintah Ibu Kota PNG, di Port Moresby, dikutip Radio New Zealand, Kamis (24/9/2015).

Sementara itu, penyelidikan senat meminta PNG untuk menyatakan keadaan darurat dalam menanggapi meningkatnya kekerasan terhadap perempuan yang dituduh mempraktekan sihir.

Direktur Oxfam PNG, Esme Sinapa, mengatakan perempuan sering dituduh mempraktekan sihir padahal masalah sebenarnya sering berkaitan dengan hak atas tanah.

Dia mengaku banyak wanita meninggal karena mereka tidak bisa mendapatkan bantuan segera.

Sinapa mengatakan PNG perlu mendeklarasikan keadaan darurat kekerasan-ilmu sihir, karena hal ini semakin meluas di PNG. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  World Vision Khawatirkan Tingkat Kesehatan PNG dalam Pencapaian MDG’s