3.000-an Hektar Tanaman Padi Petani Puso

share on:

bambang dwiatmoko

Merauke, Jubi- Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko mengatakan, berdasarkan data terakhir yang diterima pekan lalu, kurang lebih 3.000 hektar tanaman padi dinyatakan puso atau mengalami kekeringan akibat kemarau dan debit air mengalami penurunan drastis.

Hal itu disampaikan Bambang saat ditemui Jubi di Kantor Bappeda Merauke Senin (14/9/2015). “Saya belum tahu perkembangan data terakhir yang dilaporkan oleh staf terkait kekeringan di sejumlah tempat atau wilayah. Ya, tidak menutup kemungkinan, jumlah areal yang kering mengalami peningkatan,” katanya.

Data yang diterima, lanjut Bambang, adalah terhitung sejak seminggu lalu. Sedangkan perkembangan data terakhir belum dilaporkan staf. “Saya sudah minta agar dilakukan pendataan secara baik dan benar. Sehingga dapat diketahui secara pasti dan jelas berapa hektar yang mengalami gagal panen,” tuturnya.

Meski terjadi gagal panen hingga mencapai ribuan hektar, namun masih ada sebagian padi dapat panen untuk dijadikan cadangan makanan maupun untuk dijual.

“Memang kita tidak bisa memungkiri kondisi seperti demikian. Karena bukan suatu unsur kesengajaan. Tetapi semata-mata akibat debit air mengalami penurunan sangat drastis. Sehingga berdampak terhadap omset pemasukan yang diterima,” ujarnjya.

Diakui jika berbagai cara telah dilakukan untuk membantu petani di kampung-kampung mulai dari bantuan mesin penyedot air serta peralatan pertanian lain. Hanya saja, peralatan dimaksud tak dapat difungsikan dengan baik.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka beberapa waktu lalu menjelaskan, pemerintah akan tetap memberikan perhatian termasuk dukungan peralatan. Namun karena terjadi kekeringan, sehingga peralatan dimaksud tidak digunakan dan atau dimanfatakan dengan baik lagi. (Frans L Kobun)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  3.000-an Hektar Tanaman Padi Petani Puso