6.000 Hektar Sawah di Merauke Kekeringan

share on:
ggaal panen
Kadis Pertanian Merauke, Bambang Dwiatmoko. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko mengatakan, kurang lebih 6.000 hektar lahan sawah milik petani mengalami kekeringan.

Akibatnya, hasil yang diharapkan untuk mendapatkan gabah, tidak tercapai dengan baik. Demikian disampaikan Bambang saat ditemui Jubi di ruang kerjanya Selasa (1/9/2015).

Dikatakan, pada musim tanam kedua, target dari dinas untuk pembukaan lahan adalah seluas 17.000 hektar. Namun, terealisasi 14.000 hektar. Setelah penanaman selesai, demikian Bambang, harapan petani agar dengan curah hujan di bagian timur dapat membantu, ternyata tidak kesampaian.

Banyak drainase maupun rawa juga mengalami kekurangan debit air. Dengan demikian, katanya, terjadi kekeringan lahan sawah petani seluas kurang lebih 6.000 hektar.

“Saya tidak bisa menyebutkan secara rinci setiap kampung yang mengalami kekeringan itu. Tetapi umumnya, jumlah luasan lahan seperti demikian,” tuturnya. Dikatakan, kondisi itu, tidak bisa dibantahkan oleh siapapun juga. Karena faktor alam.

“Ya, kita mau buat bagaimana. Memang ada keresahan dan kegelisahan dari para petani, setelah sebagian besar lahannya tidak berhasil dengan baik,” ujarnya.

“Saya kira masalah kekeringan tidak hanya terjadi di Kabupaten Merauke, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. Penyebabnya sama yakni karena faktor alam, setelah kurangnya curah hujan selama musim tanam kedua,” katanya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengaku, semua orang termasuk petani tidak bisa menyalahkan pemerintah. Karena bukan ada unsur kesengajaan yang dilakukan. Tetapi semata-mata akibat curah hujan tahun ini yang sangat sedikit. (Frans L Kobun)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  6.000 Hektar Sawah di Merauke Kekeringan