Kecelakaan Trigana: Polisi Periksa Lima Orang Terkait Calo Tiket

share on:
Ilustrasi: Kantong Jenazah yang disiapkan oleh tim SAR Gabungan di Sentani - Jubi/Roy Ratumakin.
Ilustrasi: Kantong Jenazah yang disiapkan oleh tim SAR Gabungan di Sentani – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Pasca kecelakaan pesawat Trigana Air di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dua pekan lalu, Polda Papua kini memeriksa lima orang saksi. Mereka diperiksa terkait adanya laporan mengenai calo penjualan tiket maskapai Trigana Air Service.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin mengatakan, dua dari lima saksi yang diperiksa merupakan penumpang yang menjadi korban calo, dan tiga lainnya adalah operator penjual tiket Trigana Air Service.

“Senin (24/8/2015) lalu, sudah dilakukan gelar perkara. Kesimpulannya,   masih harus diperiksa satu saksi lain untuk merumuskan bentuk –bentuk pidana apa yang dilakukan para pelaku,” kata patrige kepada wartawan di Jayapura, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, polisi juga belum bisa menyimpulkan pasal yang akan disangkakan jika nantinya ada tersangka dalam kasus itu.

“Untuk itu kami masih harus memeriksan satu saksi lagi untuk menetapkan pasal yang disangkakan nanti,” ucapnya.

Polisi menyelidiki dugaan adanya calo lanjut Patrige, setelah kecelakaan itu ada laporan yang menyebut, beberapa penumpang yang berada dalam pesawat, namanya tak masuk manifest penerbangan.

“Setelah kejadian, ada informasi yang menyebut bukan sembilan orang, tapi 10 orang yang namanya tak masuk manifest,” katanya.

Sebelumnya, Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) Papua meminta pihak terkait memeriksa sistem tiketing maskapai itu.

Ketua Departemen antar Lembaga LIDIK Papua, Edowardus Rahawadan mengatakan, pihaknya meminta Dinas Perhubungan Provinsi Papua dan Kementerian Perhubungan RI, segera memeriksa sistem reservasi tiketing di manivest pesawat dalam aviasi penerbangan Trigana Air di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Ini karena ada nama tiket berbeda dengan nama penumpang. Itu juga sangat mempengaruhi sistim kleim asuransi, dalam lembaga tertentu. Bahkan jika perlu Kementerian Perhubungan jangan mengijinkan penambahan jadwal terbang untuk masakapai Trigana Air, sampai sistem tersebut ditata ulang,” kata Edowardus via pesan singkatnya kepada Jubi, Selasa (25/8/2015). (Arjuna Pademme)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kecelakaan Trigana: Polisi Periksa Lima Orang Terkait Calo Tiket