Mantan Pelatih Persidafon Mengaku Pernah Tolak Suap

share on:
Persidafo-(Jubi/ist)
Persidafo-(Jubi/ist)

Jayapura, Jubi- Mantan arsitek Persidafon, Agus mengaku pernah ada orang yang mencoba menyuap ketika masih membesut Persidafon dan Grsik Unite. Kepada Goal.com Indonesia yang dikutip Jubi, Kamis(19/6/2015) membeberkan adanya praktik pengaturan pertandingan di sepakbola Indonesia. Dia menuturkan, pernah menjadi orang yang coba disuap oleh bandar judi agar bersedia ikut menjadi pelaku pengaturan pertandingan di klub yang dia tangani.

Agus menjelaskannya secara detail mengenai praktik tersebut. “Saya mengalami tiga kali percobaan disuap. Satu kali saat masih menangani Persidafon Dafonsoro, serta dua kali ketika menangani Gresik United,” ucap Agus, kepada wartawan.

Lebih lanjut, Agus menuturkan laga yang coba diatur adalah Persiwa Wamena kontra Persidafon di Wamena pada Indonesia Super League 2013. Kemudian, laga Gresik United melawan Persik Kediri dan Gresik United versus Barito Putera. Dua laga itu dimainkan di kandang Gresik United.

“Waktu sama Persiwa, saya awalnya mau dikasih imbalan Rp150 juta. Bandarnya minta skor waktu itu 3-0 atau 3-1, tapi saya tidak mau. Sampai sebelum laga, mereka menghubungi lagi mau tambah Rp50 juta, saya tetap tidak mau. Hingga akhirnya, kami tetap kalah 1-0,” ujarnya.

Sementara itu mantan pemain Persipura Jafet Sibi mengatakan jaringan mafia di Indonesia cara bermain mereka terlalu kasar. “Sulit memberantas mafia sepak bola di Indonesia,”katanya kepada Jubi kala itu.
Hal senada juga dikatakan David Major mantan striker Persipura era 1980 an bahwa memang mafia sepak bola justru ada di Kuala Lumpur Malaysia.(Dominggus Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mantan Pelatih Persidafon Mengaku Pernah Tolak Suap