Pemerintah: Pemblokiran Facebook di Nauru Hanya Sementara

share on:
Facebook
Facebook

Jakarta, Jubi – Sebuah lembar pernyataan pemerintah Nauru mengatakan, larangan atau pemblokiran akses Facebook di negara tersebut hanya bersifat sementara. Aksesnya akan dibuka kembali ketika mekanisme perlindungan dan pencegahan terhadap penjahat dan penyimpangan seksual diterbitkan.

Pernyataan tersebut yang diperoleh koran “The Guardian” mengatakan, situs media sosial seperti Facebook, banyak digunakan oleh ‘pengguna jahat’ untuk menerbitkan dan menyiarkan hal-hal yang bersinggungan, cabul atau pornografi.

Media ini mengatakan, pemblokiran akses ke Facebook—yang banyak digunakan oleh orang-orang Naurua untuk mencari berita tentang negara dan pemerintah—hanya diterapkan sampai mekanisme perlindungan sudah dapat diterapkan dan memastikan ada perlindungan bagi orang-orang Nauru.

Kendati demikian, pemerintah, dalam pemberitaan tersebut tak jelas menyebutkan bagaimana pemblokiran Facebook akan mencegah distribusi bahan ofensif dan untuk berapa lama website tersebut diblokir.

Pihak Facebook mengatakan, terlepas dari kebijakan yang diambil pemerintah Nauru, pihaknya (Facebook) telah menerapkan kebijakan yang secara eksplisit melarang pembagian dan distribusi materi yang tidak pantas, termasuk pornografi. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah: Pemblokiran Facebook di Nauru Hanya Sementara