Paris Dituduh Sebarkan Kebencian di Kaledonia Baru

share on:
Bendera Kaledonia Baru. Foto: AFP
Bendera Kaledonia Baru. Foto: AFP

Jakarta, Jubi – Sebuah politisi terkemuka anti-kemerdekaan New Caledonian, Pierre Frogier, menuduh pemerintah Prancis menyebarkan kebencian dan perpecahan di wilayah itu. Ia mengatakan hal itu lebih sektarian dan ideologis dari sebelumnya.

Radio New Zealand, Selasa (12/5/2015) melaporkan, Frogier, yang merupakan anggota Senat Perancis, mengomentari undangan yang dikeluarkan Perdana Menteri Perancis yang akan mengadakan pertemuan di Paris pada 5 Juni 2015 yang akan membahas proposal hukum kontroversial untuk mendefinisikan daftar pemilih pada referendum kemerdekaan tahun 2018 mendatang.

Semua penandatangan Noumea Accord diundang ke pertemuan luar biasa tersebut. Terkait undangan tersebut, Frogier mengatakan, dirinya akan hadir, meskipun ia mengatakan sesuatu yang positif tidak pasti akan dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Sementara itu, dari sisi anti-kemerdekaan menolak usulan pemerintah untuk secara otomatis mendaftar hanya adat Kanaks pada daftar pemilih referendum.

Pemerintah mengatakan, pihaknya siap mengubah proposal sebelum dilanjutkan ke legislatif Perancis bulan depan, tetapi menegaskan bahwa, hal tersebut terikat oleh interpretasi pengadilan hukum.

Bulan lalu, ribuan orang di Kaledonia Baru mengadakan rapat umum untuk mengekspresikan penentangan mereka terhadap tagihan dan kemerdekaan, di tengah klaim bahwa pemerintah Perancis mendorong wilayah tersebut untuk kemerdekaan. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Paris Dituduh Sebarkan Kebencian di Kaledonia Baru