Natan Pahabol: Penghentian K13 Kemunduran Pendidikan di Indonesia

share on:
Anggota DPR Papua Natan Pahabol - Jubi/Arjuna
Anggota DPR Papua Natan Pahabol – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Keputusan Kementerian Pendidikan menghentikan penerapan Kurikulum 2013 (K13) menuai beragam tanggapan. Anggota DPR Papua Natan Pahabol menilai, keputusan itu merupakan kemunduran dalam dunia pendidikan Indonesia.

Ia mengatakan, K13 baru diterapkan kurang lebih satu setengah tahun. Harusnya kurikulum itu dijalankan dulu minimal tiga tahun. Katanya, sebelum K13 dihentikan, terlebih dahulu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kekurangan yang perlu dibenahi.

“Kalau saya, harusnya biarkan dulu jalan tiga tahun. Dari situ bisa dilihat apa yang kurang dan perlu dibehani. Kalau belum dievaluasi sudah dihentikan, itu tidak bisa. Harusnya dilihat dulu apakah siwa mengalami kemajuan atau tidak. Kalau seperti ini, pendidikan di Indonesia berjalan ragu-ragu. Ini langkah mundur dalam dunia pendidikan Indonesia,” kata Natan Pahabol, Senin (8/12).

Menurutnya, setiap program pasti awalnya tidak normal. Namun jika sudah berjalan dan dilakukan evaluasi serta pembenahan, pasti akan lebih baik. Katanya, kini pemerintah menawarkan dua opsi. Sekolah yang sudah menerapkan K13 dan ingin tetap menggunakan kurikulum itu, dipersilahkan. Bagi sekolah yang ingin menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP) juga diperbolehkan.

“Itu akan lebih rumit lagi. Nanti kalau mau ujian mau pakai yang mana? Apakah K13 atau KTSP? Guru dan siswa akan bingung. Belum ada solusi. Berarti pendidikan di Indonesia jalan tidak normal. Itu justru akan membingungkan guru kalau ada dua pilihan,” ucapnya.

Natan Menduga, untuk sekolah yang ada di Papua, pasti akan memilih menggunakan KTSP. Namun hal itu akan berdampak kurang baik bagi dunia pendidikan di bumi Cendrawasih.

“Kalau di Papua misalnya pakai KTSP, sementara di wilayah lain ada yang pakai K13, maka Papua tertinggal selangkah dari wilayah lain. Jadi kalau saya, harusnya dievalusi dulu dan mencari solusi atau terobosan, barulah diputuskan. Tapi ini belum dikaji dan dievaluasi, lalu diputuskan. Ini kemunduran dunia pendidikan,” katanya.

Sebelumnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh yang menggagas K13 juga mengaku kecewa dengan keputusan menteri kini, Anies Baswedan menghentikan penggunaan K13.

“Terus terang saya sangat kecewa dengan penghentian kurikulum 2013 ini. Kalau dulu kami dibilang tergesa-gesa. Selama penerapannya, tidak ada persoalan substansif yang muncul. Kalau ada masalah teknis, mestinya dicarikan solusi perbaikannya, bukan balik ke belakang,” kata M.Nuh seperti dilansir dari sejumlah media. (Arjuna Pademme) 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Natan Pahabol: Penghentian K13 Kemunduran Pendidikan di Indonesia