Dinas Perkebunan Papua Dukung Program Jokowi

share on:
Tanaman Kakao ( Ist.)
Tanaman Kakao ( Ist.)

Jayapura, Jubi – Dinas Perkebunan Papua mengaku sangat mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menganggarkan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk rehabilitasi dan perbaikan kebun Kakao di seluruh Indonesia.

“Kami sangat mendukung program Jokowi dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk perkebunan kakao. Apalagi tujuan dari program itu adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen kakao terbesar di dunia,” kata Kepala Dinas Perkebunan Papua, Jhon Nahumury kepada wartawan, di Kota Jayapura, Papua, Jumat (7/11).

Dengan adanya program tersebut, Nahumury berharap Papua bisa mendapat alokasi dana yang cukup mengingat potensi kakao di Papua cukup bagus, meskipun saat ini sedang dihadapi pada permasalahan hama.

“Ya, kami berharap mendapatkan alokasi dana rehabilitasi kebun kakao itu. Apalagi untuk saat ini produksi kakao di Papua terjadi penurunan yang cukup signifikan akibat serangan hama,” katanya.

Menurut Nahumury, tanaman kakao merupakan produk yang menjadi unggulan di Provinsi Papua. Untuk itu, upaya peremajaan dan rehabilitasi kebun kakao sangat diperlukan dan perlu dukungan pemerintah, termasuk melalui program pemerintah Pusat dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana.

Sedangkan soal luasan kebun kakao yang perlu dilakukan rehabilitasi atau peremajaan, diakui Nahumury, memang jumlahnya cukup banyak di Papua.

“Kebun-kebun yang perlu direhabilitasi ini luasnya cukup banyak, hanya saya belum tahu persis berapa jumlahnya,” kata Nahumury.

Meskipun demikian, kata Nahumury, tahun ini pihaknya akan lakukan gerakan massal penanganan hama kakao dan pencanangan tiada hari tanpa perawatan dan pemeliharaan tanaman kakao. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Papua dalam mengekspor biji coklat.

“Dalam penanganan hama, kami terus menghimbau teman-teman di kabupaten dan penyuluh agar selalu memberikan penyuluhan kepada para petani tentang cara budi daya coklat yang baik. Diharapkan tahun ini, kami akan lakukan gerakan massal penanganan hama kakao dan pencanangan tiada hari tanpa perawatan dengan pemiliharaan. Itu sudah harus maju,” katanya.

Dengan dicanangkan gerakan ini, kata Nahumury, pihaknya berharap akan dilakukan serentak di seluruh sektor-sektor pengembangan, seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Nabire dan Kepulauan Yapen. Karena kalau dilakukan di satu daerah saja, maka masalah tidak akan bisa terselesaikan.

“Ini memang membutuhkan kepedulian, keberpihakan para bupati dan wali kota untuk memperhatikan secara serius pengembangan komuditas andalan Papua ini. Kami tahu, rata-rata produksi sudah menurun drastis sekitar 60 persen,” katanya.

Sebelumnya, Agus Rumansara, Direktur Yayasan Pengembangan Pembinaan Wirausaha Papua mengatakan faktor budaya masih mempengaruhi produksi buah kakao di Papua. Pasalnya masyarakat masih sebatas menanam dan membiarkan kakao tumbuh sendiri.

“Kebiasaan ini masih terjadi karena masyarakat belum secara penuh merawat dan membersihkan tanaman kakao secara rutin. Masih membiarkan kakao tumbuh sendiri tanpa melakukan perlakuan khusus kepada tanaman tersebut,” kata Rumansara. (Alexander Loen)

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinas Perkebunan Papua Dukung Program Jokowi