Bangkai KM Patar yang Tenggelam di Perairan Merauke Belum Dievakuasi

share on:
Kasat Polair Polres Merauke, AKP Sakka. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi – Kapal Motor (KM) Patar yang ditabrak di bagian lambung depan oleh KM Tatmailau hingga mengalami kebocoran di perairan Merauke beberapa waktu lalu, telah tenggelam dengan muatan di dalam sekitar 1000 sak semen. Hingga kini, bangkai kapal tersebut belum ditarik.

Kasat Polair Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sakka  menjelaskan, perlu dilakukan penyelesaian terlebih dulu terhadap asuransi baik kapal maupun barang. “Jika itu sudah dilakukan, maka bangkai kapal dapat ditarik,” katanya saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Rabu (24/9).

Sakka menjelaskan, dari tabrakan terhadap KM Patar oleh Kapal Tatamailau (kapal penumpang) dengan tujuan Asmat dan Timika serta beberapa daerah lain di luar Papua itu, sedang dilakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa komponen terkait seperti pihak Kesyahbandaran Pelabuhan Merauke maupun PT Pelindo.

Lebih lanjut dikatakan, oleh karena tabrakan tersebut masih dalam area Pelabuhan Merauke, maka secara administrasi, menjadi tugas serta tanggungjawab pihak kesyahbandaran.  “Kami masih melakukan pendalaman kembali apakah adanya kelalaian dari petugas sehingga mengakibatkan tabkaran tersebut,” ujarnya.

Sesuai aturan, demikian Sakka,  ketika kapal yang masuk dan keluar  dengan ukuran GT 500 ke atas,  wajib dipandu.  “Kita sudah melakukan pemeriksaan juga terhadap PT Pelindo yang mempunyai kewenangan untuk memandu setiap kapal yang akan masuk dan keluar. Dari hasil sementara, saat itu tak ada pemadunya,” tegas dia.

Meskipun telah adanya jawaban dari pihak PT Pelindo seperti demikian, tetapi nahkoda kapal dari KM Tatamailau juga harus diambil keterangan guna dapat dipastikan siapa yang menyuruhnya untuk berlayar keluar dari Pelabuhan Merauke. “Dalam beberapa hari kedepan, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap Nahkoda KM Tataimalau. Sehingga dapat mensinkronkan dengan keterangan PT Pelindo,” ujarnya.

Dikatakannya, faktor-faktor tentang kecelakaan kapal masih terus dilakukan pendalaman lagi. Artinya, apakah kecelakaan itu akibat faktor alam seperti gelombang tinggi disertai angin kencang  atau kesalahan manusia seperti mabuk dan unsur lainnya. “Itu juga menjadi indikator dalam hasil penyelidikan yang sedang dilakukan,” tuturnya.

Secara terpisah kasubag Humas Polres Merauke, Iptu Richard Nainggolan membenarkan juga jika proses penanangan terhadap tabrakan kapal di Perairan Merauke, masih terus didalami oleh Polair. Sejumlah saksi sedang diambil keterangan lebih lanjut sekaligus dapat memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak. (Frans L Kobun)

 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bangkai KM Patar yang Tenggelam di Perairan Merauke Belum Dievakuasi