JOKOWI – JK UNGGUL DI KUALA KENCANA, MIMIKA

share on:
Relawan Honai Jokowi - JK di Timika (Jubi/Istimewa)
Relawan Honai Jokowi – JK di Timika (Jubi/Istimewa)

Timika, 11/7 (Jubi) – Untuk hasil dari Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika sendiri yang diketahui telah langsung melakukan rekapituasi, Kamis (10/7) oleh PPD, menetapkan  pasangan Jokowi-JK lebih unggul dengan 10.309 suara.

“Jam 10.00 pagi pleno rekapitulasi sudah dimulai, tapi kedua perwakilan sekretariat kita tidak tahu, makanya tadi putar-putar di Timika sampai akhirnya kita dapat alamat sekretariatnya dan kita kasih undangan untuk ikut pleno,” jelas Ketua PPD Distrik Kuala Kencana, Agustinus Tabuni yang ditemui wartawan di halaman Kantor Distrik Kuala Kencana, Timika, Jumat (11/7).

Setelah pihak PPD mencari sekretariat tim pemenangan kedua pasangan calon, akhirnya juga ditemukan dan kemudian diberikan undangan untuk mengikuti pleno PPD. Setelah menunggu lama, akhirnya Pleno terpaksa baru bisa dimulai pukul 14.00 WIT, akibat menantikan pihak secretariat dan saksi serta pihak Panwas Distrik Kuala Kencana.

Dari hasil pleno itu, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 6.171 suara. Sedangkan Jokowi-JK 10.309 suara. Sehingga selisih dari angka tersebut sebesar 4.138. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Distrik Kuala Kencana ada sebanyak 17.970, dengan jumlah 50 TPS untuk sebanyak lima kampung dan dua kelurahan.

Usai pleno, PPD Kuala Kencana langsung menggeser kotak suara hari itu, jika diperbolehkan KPUD Mimika, sehingga berita acara (BA) hasil plenonya bisa segera diserahkan hari itu (Jumat, 11/7). Alasannya, diketahui bahwa rencana pleno PPD baru bisa dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2014 mendatang, sedangkan pihak PPD Kuala Kencana telah usai melakukan tahapan itu.

“Saya koordinasi dengan KPU dan bilang saya mau pleno hari ini, menurut KPU harus tanggal 13 baru pleno. Saya diminta harus koordinasi dulu tapi saya tidak mau, karena kotak suara, anggota jaga disini sehingga jangan lama. Saya hanya antisipasi itu saja,” terangnya.

Partisipasi Kurang

Terkait proses Pilpres sendiri, Agustinus Tabuni mengakui partisipasi masyarakat untuk ikut mencoblos pada Pilpres kali ini sangat berkurang. Hal ini dipicu faktor ketidakpedulian maupun dampak langsung yang tidak dirasakan masyarakat, dari pilpres ini sendiri.

Sangat berbeda dengan pelaksanaan Pemilukada dan pemilu legislatif kemarin, meski dalam proses Pilpres ini juga dapat berjalan aman dan lancar. “Biasanya kan antusias, tapi kalau pemilu kali ini kayaknya agak sepi,” katanya.

Kurangnya partisipasi itu, lanjutnya bukan berarti semua kertas suara yang ada pada tiap-tipa Tempat Pemungutan Suara (TPS), habis tercoblos. Sebaliknya, pada lokasi TPS tertentu ada yang surat suaranya habis, dan ada juga yang surat suaranya masih tersisa banyak. Jadi, proses pleno rekapitulasi mulai dari KPPS, PPS juga PPD adalah dari hasil yang didapat di lapangan.

“Kertas suara tidak juga habis semua, banyak yang tersisa. Kan kita sesuaikan dengan hasil di lapangan. Tapi memang ada juga yang habis di TPS-TPS tertentu, dan ada banyak juga yang sisa di TPS tertentu. Jadi kita kerja sesuai hasil dari lapangan,” jelasnya.

Kemungkinan kurangnya partisipasi masyarakat memilih itu bisa karena, masyarakat menganggap sumbangsih suara kepada Capres untuk lima tahun ke depan, dampaknya hanya akan berada di pusat. Masyarakat merasa tak merasa dampaknya karena jauh dari pusat kekuasaan. Ada masyarakat lain yang menganggap, agenda pemilu ini tidak begitu penting baginya.

“Kata masyarakat, mungkin mereka anggap itu di pusat sana dan terlalu jauh, makanya masyarakat tidak terlalu peduli. Jadi mungkin dampak dari pusat masyarakat tidak rasakan langsung, sehingga menganggap hal ini tidak penting,” jelas Agustinus.

Jika di presentasikan, partisipasi pada Pilpres kali ini hanya mencapai 60 persen lebih. Seorang Warga Kuala Kencana, Ny. Fadilah mengakui, bisa menggunakan haknya dengan baik dan ikut dalam proses pemilihan Presiden, kalau siapapun yang terpilih nantinya, yang utama jangan melupakan Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia.

“Kami ikut karena ada himbauan Bupati dan ajuakan, dimana Pilpres adalah bagian dari mendukung pembangunan, sehingga menjadi warga Negara yang sadar menggunakan hak politiknya,” tandasnya. (Jubi/Eveerth)

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  JOKOWI – JK UNGGUL DI KUALA KENCANA, MIMIKA