PENGERJAAN JEMBATAN KUPRIK-JEGEBOB KEMBALI BERLANGSUNG

share on:
Anggota DPR Papua Asal Dapil Merauke Saat Melihat Pembangunan Jembatan di Jalan Poros Kuprik-Jagebob. (IST)

Jayapura, 24/10 (Jubi) – Setelah sempat vakum selama kurang lebih dua tahun anggaran, pengerjaan pembangunan jembatan yang ada di ruas jalan provinsi poros Kuprik-Jagebob, Kabupaten Merauke Papua kembali dilakukan.

Anggota Komisi C DPRP Papua dari Dapil Merauke, Masia Lay mengatakan, pembangunan jembatan di ruas jalan provinsi itu sudah dilakukan sejak tahun anggaran 2010 lalu. Hanya saja pengerjaannya sempat terhenti.

“Tahun 2010 lalu saat saya Kunjungan Kerja atau Kunker ke sana memang sudah dibangun tapi baru tiang pokok. Setelah itu, pekerjaannya sempat vacum dalam dua tahun anggaran. Kini pembangunanan jembatan sudah mulai jalan kembali,” kata Masia Lay kepada tabloidjubi.com, Kamis (24/10).

Menurutnya, ada lima jembatan yang terdapat di ruas jalan Kuprik-Jagebon yakni Jembatan Kebun Coklat, Jembatan Kali Doi, Jembatan Sanayu, Jembatan Kilo Lima dan Pow.

“Tapi Jembatan Kilo Lima dan Pow sepertinya sudah selesai tahun lalu. Tinggal tiga jembatan lagi. Sebenarnya itu terlambat karena masyarakat mengharapkan jembatan itu secepatnya rampung. Kan setiap proyek ada jangka waktunya dan ini bukan proyek multi year. Saya harap bisa selesai dalam tahun anggaran ini,” ujarnya.

Dikatakan Masia Lay, khusus untuk jalan poros Kuprik-Jagebob masih banyak yang perlu penangan serius dari Pemerintah Provinsi Papua. Setiap musim hujan selalu ada masalah, sehingga alokasi anggaran harus disesuaikan. “Alokasi dana infrastruktur memang kecil. Kami tahu itu. Untuk Kabupaten Merauke, setiap tahun ada 10 M itu sudah termasuk Dana Alokasi Khusus. Tapi itu tidak cukup. Dibutuhkan dana lebih dari itu, hanya saja apakah keuangan provinsi sanggup? Itu masalahnya,” katanya.

Untuk itu lanjut Masia Lay, diharapkan setiap tahun anggaran bisa pengerjaan jalan tersebut dikerjakan secara bertahap. Misalnya saja 3 km setiap tahun anggaran, karena jalur itu sangat penting bagi masyarakat untuk memasarkan hasil pertanian mereka. “Jadi kami harap pemerintah provinsi ada perhatian. Di Merauke ada tiga ruas jalan provinsi. Jika memungkinkan mulai tahun anggaran 2014  ada peningkatan anggaran. Kalau Rp. 10 itu tidak cukup.  Kami harap pemerintah provinsi bisa melobi pemerintah pusat agar ada peningkatan dana infra untuk Papua,” ujar Masia Lay.

Sebelumnya Anggota Komisi D DPR Papua, Stefanus Kaisiepo mengatakan ada lima pembangunan jembatan yang dirasa tidak masuk akal di Kabupaten Merauke. “Jembatan itu yakni Jembatan Kilometer Lima, Sungai Obat, Sungai Pow, Sungai Senayu dan Sungai Dowi. Kami perlu penjelasan. Ini dananya untuk apa. Tidak ada kali tapi dibuat abutmen jembatan,” ujar Stefanus Kaisiepo lalu. (Jubi/Arjuna)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENGERJAAN JEMBATAN KUPRIK-JEGEBOB KEMBALI BERLANGSUNG