GILIRAN PEMKAB MAMTENG DAPAT JATAH 20 GURU

share on:
Wakil Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Yonas Kenelak ketika menerima guru-guru program SM3T secara simbolis di Wamena. (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 17/9 (Jubi)Setelah Kabupaten Lanny Jaya mendapat 32 guru dari program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), kali ini giliran Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) mendapat jatah 20 dari program SM3T yang akan disebar di empat distrik di kabupaten tersebut.

Bertempat di Hotel Rannu Jaya Wamena, Wakil Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Yonas Kenelak, secara resmi menerima 20 orang guru dari program SM3T yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (17/9).

Ke 20 tenaga guru tersebut datang dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), merupakan dari berbagai disiplin ilmu yang akan mengajar di setiap sekolah di Mamberamo Tengah baik tingkat SD, SMP dan SMA.

Usai menerima para guru tersebut, Wakil Bupati Yonas mengatakan, kehadiran para guru-guru di seluruh distrik di Mamberamo Tengah ini diharapkan dapat meningkatkan pendidikan di daerah tersebut, sehingga tidak tertinggal dengan wilayah lain di Papua.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah menyampaikan terima kasih kepada pihak Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kami juga tidak tahu program ini, namun kami menyambut dengan baik kehadiran tenaga guru ini, karena di Mamteng masih membutuhkan guru dan diharapkan dapat mendidik anak-anak kita selama satu tahun sesuai dengan kontrak,” ujar Wakil Bupati kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Tengah, Amar Pagawak mengaku, ke 20 guru nantinya akan ditempatkan di empat distrik yaitu Distrik Kobakma (SMP Negeri Kobakman sebanyak lima orang guru), Distrik Illuga (SMP Negeri Illuga sebanyak 2 guru), SMP Enduam tiga guru, Distrik Eragayam (SMA Negeri Eragayam empat guru) dan Distrik Kelila (SMA Negeri Kelila lima orang dan SD Negeri Kelila satu orang).

“Kami hanya berharap kepada para guru yang akan bertugas, meski ditempatkan di daerah yang terpencil tetapi kesetiaan dan ketabahan dalam menjalankan tugas sangat penting, dan juga berharap bisa betah,” ungkap Amar Pagawak.

Selain itu,Amar  juga meminta perhatian Bupati dan Wakil Bupati agar dapat memberikan perumahan atau tempat tinggal yang layak untuk para guru yang bertugas, karena tempat penginapan yang ada saat ini untuk menampung para guru tidak memenuhi syarat. “Dalam waktu dekat kami akan ambil tindakan, di mana ada pengusaha yang mempunyai modal dan akan bekerja membangun rumah guru di tahun anggaran 2014 mendatang,” ujarnya.

Ditambahkan, dengan adanya program guru SM3T ini, kabupaten Mamberamo Tengah masih membutuhkan guru sekitar 200-an guru untuk seluruh jenjang pendidikan yaitu SD 28 sekolah, SMP 8 sekolah dan SMA 4 sekolah di lima distrik. “Dari jumlah guru yang ada saat ini di lima distrik, kebanyakan ditarik ke ibu kota Mamberamo Tengah (Kobakma) untuk dijadikan staf di berbagai SKPD, sehingga sekolah-sekolah di pinggiran masih sangat kekurangan,” tuturnya.

Pendamping SM3T Universitas Negeri Surabaya, Thedorus Wiyanto menjelaskan, guru-guru yang didatangkan dari berbagai jurusan seperti Bahasa Indonesia, pendidikan biologi, geografi, matematika, pendidikan sains, ekonomi, bimbingan konseling, sejarah, sendra tasik, bahasa inggris, pendidikan olahraga, PPKN dan PGSD.  “Program SM3T ini merupakan satu langkah sebelum para guru-guru ini masuk dalam tahap Pendidikan Profesi Guru (PPG), di mana mereka yang lulus di SM3T ini akan masuk prioritas ke PPG dengan beasiswa dan berasrama,” kata dia.  (Jubi/Islami)

Tags:
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GILIRAN PEMKAB MAMTENG DAPAT JATAH 20 GURU