DANA PON XVIII DIDUGA DISALAHGUNAKAN

share on:
Ilustrasi KONI Papua. (IST)

Jayapura, 30/8 (Jubi) – Komisi E DPR Papua yang membidang olahraga menduga ada indikasi penyalahgunaan dana sebesar Rp. 95 milliar untuk PON XVIII yang dihibahkan ke KONI Papua.

Ketua Komisi E DPR Papua, Kenius Kogoya mengatakan, KONI Papua harus mempertanggungjawabkan dana tersebut karena ada indikasi dana itu masih tersisa dan disimpan KONI Papua untuk membiayai iven lain.

“Menyangkut dana PON Riau lalu sebesar Rp. 95 milliar harus dipertanggungjawabkan, karena ada indikasi dana itu disimpan KONI untuk pelaksanan Porpov. Ini sudah salah peruntukannya. KONI meminta dana itu untuk pelaksanaan PON di Riau bukan untuk pelaksanaan Porpov,” kata Kenius Kogoya via selulernya, Jumat (30/8).

Menurutnya, jika dana tersebut diseting untuk membiayai iven lain, hal itu sudah salah dan tidak dibenarkan apapun alasannya. “Berapa pun besarnya dana yang ada saat ini untuk pelaksanaan Poprov saya pikir itu sudah salah administrasi,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak agar aparat yang berwenang segera memeriksa pengurus KONI Papua. “Ya kami mendesak Polda atau Kejaksaan segera memeriksa ketua KONI karena itu secara administrasi sudah salah,” katanya.

Sorotan dugaan penyalahgunaan dana PON oleh KONI Papua juga pernah dilontarkan Papua Corruption Watch (PCW).

Koordinator PCW, Hans Paiki mengatakan, hingga saat ini dana tersebut belum bisa dipertanggung-jawabkan oleh KONI Papua. “Kami akan mengadukan kasus dugaan korupsi itu ke Polda Papua jika KONI tidak dapat mempertanggungjawabkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua tersebut,” kata Hans Paiki.

Kata Hans, jika dilihat sejak Pra PON, dana hibah tidak terserap habis. Tidak hanya itu, jumlah peserta saat pelaksanaan Pra PON dan PON juga sudah berbeda jauh.

“Saat PON kan peserta justru semakin menyempit tapi dananya semakin besar dan disini kami temukan banyak sekali indikasi. Kami berharap sebelum dilaksanakan Musyawarah pergantian pengurus KONI Papua, perlu dilakukan audit keuangan terlebih dahulu. Ini penting agar publik tahu seperti apa penggunaan dana di KONI Papua selama ini. Perlu dilakukan audit terlebih dahulu,” ujar Hans Paiki.

Namun hingga berita ini ditulis dan publikasikan belum ada konfirmasi ke pihak KONI Papua atas dugaan penyalagunaan dana PON tersebut. (Jubi/Arjuna)

Tags:
Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DANA PON XVIII DIDUGA DISALAHGUNAKAN