HENGKY HEIPON KETUA KEHORMATAN PENGPROV PSSI PAPUA 2013-2017

share on:
Hengky Heipon, kapten Persipura 1967-1977 (Jubi/dam)

Jayapura, 13/8 (Jubi)— Hengky Heipon baru saja terpilih sebagai Ketua Kehormatan PSSI Pengprov Papua 2013-2017.  Sedangkan Tommy Mano menjadi Ketua Umum Pengprov Papua. Ini berarti dua tokoh Persipura memegang tampuk kepemimpinan kepengurusan sepak bola di Papua.

Bung Tommy Mano kini menjadi Ketua Umum Perspura Jayapura dan juga sebagai Walikota Jayapura. Sedangkan Hengki Heipon adalah mantan Kapten Persipura 1967-1977, selanjutnya menjadi pelatih Persipura. Bahkan pada 1984 sempat menukangi timnas PSSI Perserikatan untuk bermain di Merdeka Games.

Sewaktu Hengky Heipon membesut Timnas PSSi Perserikatan ada dua pemain asal  Papua yang ikut memperkuat timnas masing-masing Elly Rumaropen striker dan Marthin Kaiba gelandang. Bekalnya sebagai pelatih diperoleh dari Jerman Barat dan belajar di Singapura. Kemampuannya menggunakan bahasa Inggris dan Belanda sangat baik.

Pada 1978, Hengky Heipon berangkat ke Jerman Barat untuk mengikuti kursus kepelatihan selama sebulan penuh di sana. “Selama di Jerman saya ketemu dengan Adolof Hanasbe dan John Peka dari Papua New Guinea(PNG) sedangkan dari Indonesia hanya saya dan Abdul Kadir,”kata Heipon kepada tabloidjubi.com belum lama ini di Jayapura.

Sebelumnya pada 1974, pelatih Persipura dan tim Irian Jaya Selection asal Singapore Cho Song On  juga pernah membawa Heipon ke Singapora untuk berlatih di sana. “Selama enam bulan di sana saya pernah memperkuat klub-klub lokal di sana. Kompetisi di sana teratur dan sesuai jadwal,”katanya.

Hengki Heipon mulai bermain sejak usia muda, bayangkan pada 1963 saat berusia 18 tahun sudah bergabung dengan tim senior bersama Gasper Sibi dan kawan-kawan. Sekitar 1950-1960 an di Kota Hollandia, kini Jayapura terdapat dua perserikatan atau dua liga sepakbola.

Pertama disebut VHO atau Vaetbalbond Hollandia en Omstreken, Perserikatan Sepakbola Hollandia dan sekitarnya dan kedua VBH atay Voebal Bond Holladia, lebih banyak didukung oleh kesebelasan orang Papua dari Hollandia dan sekitarnya.

“Saya pernah bermain di VHO atau pun VBH,”tutur Heipon seraya menambahkan tidak ada garis pembatas yang jelas terhadap asal usul pemain dalam kedua liga tersebut. Ada pula pemain Papua yang bermain dalam liga VHO dan ada pemain Belanda dalam liga VBH.

Hengky Heipon sendiri mulai terpilih dalam timnas Indonesia pada 1967, dua tahun setelah pendeklarasian Persipura pada 1965 di Kota Sukarnapura. Pelatih di timnas waktu itu adalah dr Liem Soey atau beliau lebih dikenal dengan nama Dokter Endang Witarsah. Rekan-rekan seangkatan Heipon adalah Abdul kadir, solekan. Anwar ujang, Cholil dan Rahman Abdul.

Kompetisi pertama Persipura pertama kali diawali dengan naik Kapal Merauke mengelilingi Papua dan selanjutnya ke Ambon dan Manado. Salah satu mantan striker Persipura era 1960 an Gento Rumbino kapal motor pernah mogok di Sorong terpaksa pemain latihan sambil menunggu perbaikan kapal di pelabuhan. Usai perbaikan kapal pelayaran dilanjutkan ke Ambon untuk bertanding di sana. “Dari perjalanan itu lahirlah kesebelasan Kontiki yang sebagian besar materi pemainnya juga Persipura,”kata Heipon.

Ban Kapten Persipura mulai dipakai pada 1967 sampai dengan 1977. Meski sudah menjadi pelatih sejak 1977, Hengki Heipon juga masih menjadi kapten atau sebagai playing coach. Selama masih menjadi pemain membawa Persipura bersama klub Mandala Jaya pertama kali juara Soeharto Cup 1976 dan runner up Perserikatan, juara divisi satu lolos ke Divisi Utama.

Saat meraih kejayaan sekitar 1970 an dengan dua pemain andalan Yohanes Auri di posisi bek kiri dan Timo Kapisa posisi striker sangat terkenal. Tak heran kalau Group The Black Brother menciptakan lagu Persipura dengan memunculkan dua nama Timo Kapisa, Yohanes Auri dan kawan-kawannya selalu gemilang, menerjang lawan dan selalu menang.

Hangki juga menambahkan sebelum bertandingan melawan klub Hitachi asal Jepang pada 1973 seluruh pemain bersama manejer tim Acub Zainal menghadap Presiden Soeharto di gedung Bina Graha. Selanjutnya Persipura juga mewakili Indonesia ke Kings Cup Bangkok dan meraih posisi runner up saat bertanding ke Saigon Vietnam.

Hengki Heipon sempat terpilih ikut skuad PSSI untuk Pra Olimpiade waktu dilatih oleh Wiel Corever asal Belanda. Berkat kemampuannya berbahasa Belanda, Hengki Heipon juga sempat menjadi penerjemah saat membantu pelatih dalam memberikan instruksi termasuk pola-pola permainan.

Hengki Heipon sendiri menepis pendapat yang mengatakan saat kepergiannya berguru ke Jerman membuat kiblat Persipura berubah dari gaya bermain Brazil ke gaya Eropah khususnya Jerman dengan pola 3-5-2 yang lebih mengandalkan libero.

Menurut Heipon yang jelas gaya permainan Persipura adalah paduan antara bakat alam dan polesan dasar teknik bermain bola. Di samping itu tambah Heipon, postur tubuh pemain-pemain Papua sangat khas, misalnya postur tubuh mereka yang dari kepala burung Papua, Mettu Dwaramury, Boaz Solossa. Bentuk tubuh mereka sangat lentur sehingga bila dipadu dengan postur tubuh anak-anak darI teluk Cenderawasih yang cepat sangat tepat.Begitu pula dari Selatan dan tengah papua dengan postur tubuh tinggi sehingga punya tendangan gledek yang keras termasuk mereka dari Bumi Dafonsoro.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HENGKY HEIPON KETUA KEHORMATAN PENGPROV PSSI PAPUA 2013-2017