BUPATI JAYAWIJAYA RESMIKAN WAMENA MALL

share on:
Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo meninjau kondisi dalam ruangan Wamena Mall. (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 20/6 (Jubi)Setelah sempat tertunda pembangunannya semasa era Bupati Jayawijaya David Hubi, akhirnya Pasar Tradisional atau Wamena Mall diresmikan oleh Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo,  Kamis (20/6) yang dihadiri Forkopimda Jayawijaya dan masyarakat.

Pasar tradisional atau Wamena Mall yang memiliki tiga lantai tersebut, resmi beroperasi meskipun isi di Mall tersebut belum sepenuhnya terisi, namun antusias masyarakat Wamena menyambut dengan suka cita.

Dalam sambutannya Bupati John Wempi Wetipo mengatakan, adanya pasar tradisional yang disebut Wamena Mall ini merupakan suatu kebanggaan dan suka cita bagi pemerintah dan masyarakat Jayawijaya, dimana pemikiran dan landasan yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya yang memprakarsai bangunan ini dapat dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati saat ini.
“Meskipun daerah yang sangat sulit ini, tetapi dengan komitmen yang tinggi, sehingga Wamena Mall ini dapat berdiri dan diresmikan. Fasilitas yang kami bangun ini bukan untuk saya dan wakil tetapi untuk masyarakat agar dapat dinikmati dengan baik,” ujar Bupati Wempi.

Diakui Bupati, pembangunan hingga peresmian Wamena Mall ini sebenarnya ditunggu cukup lama, dengan harapan adanya suatu pasar modern yang hadir di wilayah pegunungan tengah Papua, sehingga dapat mengangkat perekonomian di Kabupaten Jayawijaya. Meski begitu Bupati berharap Mall yang dibangun ini tidak hanya diisi oleh masyarakat non Papua saja tetapi Mall ini juga bisa diisi oleh putra-putra asli daerah, sehingga ada warna yang baik untuk menjalankan persaingan bisnis di kabupaten ini.

“Hal ini bisa menunjukan bahwa Wamena menjadi pintu gerbang untuk pengembangan perekonomian di kawasan Pegunungan Tengah Papua dan keberadaan Wamena menjadi sentral Kota Jasa. Ini juga membuktikan bahwa Wamena kondusif untuk kita melaksanakan aktifitas ekonomi di kawasan pegunungan ini,” tegasnya.

Sementara menurut Direktur PT. Jayawijaya Asri Buana Papua, Iswardi Farani selaku pengelola Wamena Mall mengungkapkan, dari 110 kapasitas yang siap untuk dipasarkan di Wamena Mall ini telah terisi 80 ruang dan tersisa 30 ruang lagi yang belum terisi. Namun diakui Iswardi, setelah diestimasi dalam seminggu kedepan seluruh counter atau kapling yang disiapkan akan terisi penuh, pasalnya sebelum peresmian sudah ada beberapa pengusaha yang mendaftar.

“Yang terlibat di dalam Mall ini multietnis dan ada beberapa putra daerah yang potensial kita dorong juga untuk berkiprah di sini, dimana dari 80 yang telah terisi ada 8 diantara terdapat usaha dari putra asli daerah dan akan ada lagi menyusul sehingga ada perimbangan antara pengusaha asli Papua dan non Papua,” ucap Iswardi.

Dijelaskan, isi dari pada Mall itu sendiri selain terdapat usaha-usaha seperti apa yang ada di Mall-mall pada umumnya seperti pakaian, food court, arena permainan anak-anak maupun Swalayan, akan ada pula investor luar yang telah berminat seperti KFC, Mc’Donalds dan Pizza Hut.

Untuk segi keamanan, pengelola saat ini telah menyiapkan 8 anggota Security namun pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal keamanan untuk menjaga area Mall di malam hari. “Tarif yang kami patok masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan Mall-mall di Indonesia yaitu untuk di lantai I Rp.60 juta per tahun, lantai II Rp.50 juta dan lantai III Rp.35 juta per kapling per tahun,” terang Iswardi.

Ditambahkan, dalam pembangunan Wamena Mall memang sedikit mengalami hambatan seperti bahan baku alumunium hingga pada keamanan, dimana sebelum diresmikanya Mall ada beberapa pengusaha yang menarik diri akibat terjadinya beberapa ketidakamanan di Wamena. “Tetapi setelah malam sebelum peresmian, pengusaha yang menarik diri meminta bergabung kembali dan ini menandakan bahwa Wamena kondusif untuk berinvestasi,” tandasnya. (Jubi/Islami)

Tags:
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BUPATI JAYAWIJAYA RESMIKAN WAMENA MALL