SEKDA PAPUA: FREEPORT HARUS UTAMAKAN KESELAMATAN KERJA

share on:
Sekda Provinsi Papua, Constant Karma (Jubi/Levi)

Jayapura, 15/5 (Jubi) – Dengan terjadinya longsor di areal Underground QMS Biggosan milik PT. Freeport yang mengakibatkan 41 orang terjebak didalam terowongan, mendapat tanggapan serius dari Sekretaris Daerah Papua Constan Karma. Dimana Freeport diminta agar lebih mengutamakan keselamatan kerja ketimbang mengejar nilai produksi.

“Dengan adanya kejadian ini, saya perlu kembali mengingatkan PT. Freeport Indonesia agar lebih mengutamakan keselamatan para pekerja ketimbang mengejar nilai produksi,” kata Sekda Constant Karma kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (15/5).

Menurut Dia, sudah semestinya bila keadaan bawah tanah berpotensi mengalami longsor, maka hal ini harus segera diwaspadai oleh para ahli sehingga dapat mencegah maupun meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja apalagi sampai menimbulkan korban jiwa.

“Sebetulnya kerja di bawah tanah ini ada ahli yang menghitung kekuatan tanah itu, jadi para ahli tambang harusnya menghitung dengan baik kekuatan tanah sehingga harus ada kepastian bahwa tidak akan terjadi longsor. Karena bagaimanapun Freeport harus mengutamakan keselamatan kerja,” tegasnya.

Menanggapi itu, Sekda kembali mengingatkan agar PT. Freeport Indonesia jangan hanya menomor satukan produksi lalu keselamatan kerja di nomor duakan. “Itu tidak boleh, keselamatan karyawan menjadi prioritas. Makanya ada pesawat Airfast yang disiagakan di lokasi penambangan, sehingga kalau ada yang sakit langsung diterbangkan. Sebab kalau keselamatan diabaikan, maka akan banyak pekerja yang meinggal,” kata Constant Karma dengan tegas. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SEKDA PAPUA: FREEPORT HARUS UTAMAKAN KESELAMATAN KERJA