“NOW” UNGGUL DI BEBERAPA DISTRIK NABIRE

share on:
Petugas menghitung suara di TPS 15 Siriwini, Nabire. (Jubi/Markus You)

Nabire, 30/1 (Jubi)Warga di Kelurahan Siriwini, khususnya di TPS 15, menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2013-2018. Mereka memilih dengan bebas sesuai hati nurani mereka. Tak ada paksaan dari siapapun. Proses pemungutan suara berlangsung lancar hingga pemberkasan. “Di sini ada 562 orang pemilih. Tadi sebagian besar warga hadir tepat waktu. Hanya beberapa saja yang kita tunggu. Ada daftar namanya, jadi kita sesuaikan saja,” kata salah satu Anggota KPPS di TPS 15 Siriwini, Selasa (29/1) siang.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) langsung membacakan hasil pemungutan suara usai pencoblosan. Disaksikan Panitia Pengawas Lapangan (PPL), para saksi calon kandidat dan masyarakat setempat.

Dari hasil perolehan suara masing-masing pasangan kandidat yang dibacakan secara terbuka, nomor urut 1 pasangan Noakh Nawipa – Johanes Wob (NOW) memeroleh 350 suara. Berikut nomor urut 2 pasangan MR Kambu – Blasius Adolf Pakage mendapat 80 suara, nomor urut 6 pasangan Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya mendapat 60 suara, nomor urut pasangan 3 Lukas Enembe – Klemen Tinal 37 suara, dan 33 suara untk pasangan nomor urut 5, Alex Hesegem – Marthen Kayoi. Di sini, nomor urut 4, pasangan Wellington Lod Wenda – Weynand Balthasar Watory tak kebagian suara.

Raihan suara terbanyak bagi pasangan nomor urut 1 juga terjadi di beberapa TPS yang ada dalam wilayah Distrik Nabire. Seperti di TPS 7 Kelurahan Karang Tumaritis, TPS 4 dan TPS 5 Kelurahan Karang Mulia, TPS 2 Kelurahan Oyehe, dan TPS 6 Kelurahan Morgo.

Di Distrik Nabire Barat, pasangan kandidat nomor urut 1 meraih suara rata-rata di 20 TPS. Begitupun di Distrik Makimi, Uwapa, Siriwo dan Wanggar.

“Semuanya putra Papua terbaik, cuma saya sangat terkesan dengan figur seperti Noakh Nawipa,” kata Trisno, warga transmigran di SP I, usai mencoblos.

“Saya tetap pilih Bapak Pendeta Noak,” ujar seorang mama Papua yang pagi itu sedang berjalan kaki menuju TPS. Menempuh jarak lebih dari 2 KM, mama itu membawa sehelai kerta bertuliskan “undangan memilih”. Bertanya sebentar sama beberapa pemuda yang lagi berkumpul tak jauh dari Kantor Kelurahan Bumi Raya, mama itu bergegas ke TPS. Memperlihatkan surat undangan ke petugas, ia kemudian dikasih surat suara dan menuju ke bilik coblos. “Saya harus pilih dia,” pikirnya dalam hati sambil meletakan jarum coblos tepat di lingkaran nomor urut.

“Saya sangat rindu melihat pemimpin yang merakyat,” ucap mama itu dalam bahasa Suku Mee. Ia pun memelas air mata dan keringat yang membasahi tubuhnya.

Bermandi keringat, mencucurkan air mata, pertanda masih ada harapan besar yang digantungkan oleh rakyat kecil seperti mama tadi. (Jubi/Markus You)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “NOW” UNGGUL DI BEBERAPA DISTRIK NABIRE