

Jayapura, (15/5) --- Setiap tahun Amnesty International (AI) Aotearoa, yang berbasis di New Zealand
Jayapura (14/05) --- Euforia pemilihan gubernur mulai bangkit di Papua. Hal ini ditandai dengan pend
Jayapura (26/04)---Inilah kronologis persidangan dari terkdakwa makar Forkorus Yaboisembut, Edison G
JUBI---Orang asli Papua bebas merdeka menjadi otopi bersama pemerintah Indonesia. Otopi bebas menjad
JUBI---Tiga hari yang lalu (20/03), oknum dari massa aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang se
JUBI --- Warga lokal yang berdomisili di Kampung Boepe Distrik Kaptel, Merauke mulai merasakan dampak negatif dari kehadiran Medco Papua. Mereka mengeluhkan sulitnya berburu, mencari kayu bakar dan mendapatkan air bersih.
Albertus Gebze Moiwend, Wakil Ketua II LMA Kabupaten Merauke mengatakan, kondisi ini merupakan upaya pemusnahan orang asli Papua secara perlahan-lahan. Karena jika ditelisik lebih jauh, Kabupaten Merauke tidak memiliki cukup hutan dan sumber mata air yang bisa diharapkan.
“Sehingga ketika kawasan baru dibuka, maka tidak ada hutan tutupan yang dapat melindungi tanah yang menimbulkan penderitaan bagi warga disekitar kawasan beroperasinya PT.Medco Papua,” kata Albertus, Jumat (14/5).
Dalam sebuah penelusuran yang ditentang oleh pihak Medco, Moiwend mengaku mendapati 2 truk tangki membuang limbah pengolahan pulp ke sungai tanpa dikelola terlebih dahulu. Akibatnya, sungai mulai tercemar.
Akibat dari itu semua, kini pemukiman penduduk dipindahkan 3 km dari bibir sungai.
Diharapkan Moiwend, pemerintah harus melihat masalah ini secara serius, sehingga tidak terjadi 'pemberontakan' karena seluruh aspirasi mereka tidak tertampung.
“Penolakan terhadap orang luar yang ingin membantu masyarakat merupakan kejahatan yang diperlihatkan Medco dan saya pikir tabir ini suatu saat akan terbuka,” tandasnya. (Indri)