Content View Hits : 1821715
Thursday, 11 March 2010
| Sekolah Sepak Bola Kokonao Mendorong Siswa Kembali Ke Sekolah |
|
|
|
| Saturday, 04 April 2009 07:44 | |||
![]() Frits Imbiri (IST) JUBI---Kokonao Soccer School atau Sekolah Sepak Bola (SSB) Kokonao adalah sebuah sekolah sepakbola usia dini khusus bagi anak-anak sekolah Amungme dan Kamoro di Kokonao, Distrik Mimika Barat. KSS bertujuan mendorong siswa untuk kembali ke sekolah. KKSS dibangun melalui prakarsa Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) di Timika.
Kokonao Soccer School atau Sekolah Sepak Bola (SSB) Kokonao diresmikan 29 Nopember 2008 oleh Pejabat Bupati Mimika Allo Rafra,SH. SSB Kokonao telah menerima 200-an siswa sejak 13 September 2008 hingga sekarang. Kokonao adalah sebuah perkampungan tua di Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Kokonao tempo dulu adalah pusat pendidikan yang dikelola Misionaris Katolik hingga saat ini. Alumni dari Kokonao kini melanjutkan studi ke sekolah-sekolah ternama di Indonesia dan luar negeri. Bahkan sejumlah pejabat di Papua dilahirkan melalui pendidikan disini. Namun demikian, kini terdapat hambatan serius yang dialami para siswa-siswi di Kokonao, antara lain, jarak lokasi sekolah dan pemukiman yang jauh menyebabkan angka putus sekolah di wilayah ini cukup tinggi. Setiap liburan sekolah acapkali para siswa-siswi pulang kerumah mereka di sejumlah kampung di sekitar Kokonao. “Kalau liburan siswa-siswi mengikuti orang tuanya dengan menumpang motor laut menuju ke kampung mereka yang jarak satu kampung dengan kampung yang lain berjauhan. Apalagi sampai enam bulan bahkan setahun baru siswa-siswi itu kembali ke Kokonao untuk masuk sekolah lagi,” ujar pelatih SSB Kokonao Frits K. Imbiri kepada JUBI yang mengunjungi kediamannya yang sejuk di Jalan Kesehatan I Abepura, Jayapura pekan lalu. Di Kabupaten Mimika berdiam penduduk asli dari Tujuh Suku antara lain Suku Amungme, Kamoro, Dani, Nduga, Damal, Moni dan Mee (Ekari) yang merupakan pemilik hak ulayat PT Freeport Indonesia. Untuk mengkoordinasi seluruh kegiatan masyarakat 7 Suku ini, maka atas kesepakatan seluruh masyarakat disana dibangun Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) di Timika. Alhasil, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun para konseptor LPMAK berpikir bagaimana agar siswa-siswi yang telah lama meninggalkan sekolahnya kembali ke sekolah setelah cukup lama menempuh liburan di kampung halaman mereka. “LPMAK melihat pendidikan sangat penting untuk mengembangkan diri khususnya bagi masyarakat Kokonao. Akhirnya LPMAK menemukan sebuah ide untuk memacu siswa-siswi agar giat ke sekolah melalui sepakbola, maka SSB Kokonao adalah menjebatani mereka ke sekolah,” ujarnya, seraya menambahkan sepakbola adalah olahraga yang paling digandrungi siswa-siswi di Kokonao . Program SSB Kokonao melalui pembinaan anak-anak usia dini kemudian ditawarkan kepada mantan pemain Persipura Frits Imbiri untuk membangun SSB. Ternyata gairah anak-anak untuk kembali bersekolah makin tinggi pasca berdirinya SSB Kokonao yang memiliki syarat hanya siswa-siswi yang bersekolah bisa diterima di SSB Kokonao. “Tujuan kita membangun SSB Kokonao ini adalah untuk menjembatani agar siswa-siswi yang putus sekolah kembali ke sekolah di Kokonao. Di sana mereka dapat mengembangkan bakat sepakbola dari potensi yang mereka miliki menjadi pemain sepakbola profesional serta untuk mengangkat ekonomi masyarakat setempat,” ujar Imbiri menegaskan. Pendidikan Non Formal Menurut Imbiri, SSB Kokonao terdiri dari kelompok usia yakni kelompok SD (usia 10-12 tahun) jadwal latihan setiap Selasa-Jumat dengan 30-an siswa. Kelompok SMP (15 tahun) Rabu Sabtu 70-an siswa. Kelompok SMA (20 tahun) Senin Kamis 60-an. Total siswa-siswi yang ikut KSS sebanyak 160-an siswa. “Saat ini terdaftar 200-an siswa, tapi yang selalu ikut latihan sebanyak 160-an siswa,” kalau ada mata pelajaran olahraga di sekolah, maka siswa-siswi mengisinya dengan bermain sepakbola,” kata Imbiri, seraya menegaskan, pihaknya juga melibatkan guru-guru olahraga SD, SMP dan SMA untuk membantu kegiatan SSB Kokonao.” KSS adalah suatu wadah pendidikan non formal bagi siswa-siswi untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif, dimana anak-anak mendapatkan banyak hal positif untuk menghindari pergaulan bebas, miras, narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain. “Memang selama ini siswa-siswi mendapat sosialisasi maupun kampanye perihal free seks, miras, narkoba, HIV/AIDS. Tapi SSB Kokonao memberi aksi nyata bagi siswa-siswi untuk menghindari hal-hal tersebut melalui kegiatan latihan sepakbola seperti passing, control ball, control game dan lain-lain,” tukas Imbiri yang pernah bersama mantan striker PSSI era 1970 an Risdianto melatih SSB Kemang Pratama di Jakarta ini. Imbiri menyatakan, melalui SSB Kokonao setiap siswa-siswi dilatih khusus untuk miliki teknik dasar sepakbola serta aturan dasar sepakbola sejak usia dini. Di kelompok SMP lebih banyak diberikan latihan teknik dasar sepakbola. Di kelompok SMP terdapat latihan heading (menyundul), driblling and control ball, sedangkan permainan masih sedikit. Di kelompok SMA latihan shooting (menembak), skill endurance dan organisasi permainan dilengkapi dengan pengenalan aturan-aturan sepakbola. “Sepakbola modern pemain usia dini harus menguasai basic ball. Selain itu juga mereka harus mentaati aturan sepakbola. Dulu main bola diselingi berkelahi. Tapi melalui SSB Kokonao mereka dibina untuk dapat menghargai keputusan wasit. Kalau kita mengajarkan mereka setelah dewasa memang agak susah. Dari usia dini anak-anak telah dibentuk karakternya. Kalau sudah dewasa karakter mereka sulit dibentuk. Pemain-pemain besar di Eropa dan Amerika Latin mengasah diri melalui pembinaan pemain usia dini,” ujarnya. Bentuk Karakter Pemain KSS memulai kegiatan latihan sejak 13 September 2008 silam, tapi baru diresmikan 29 November 2008. SSB Kokonao memiliki fasilitas latihan terdiri dari 2 lapangan sepakbola masing-masing lapangan sepakbola SMP serta lapangan sepakbola masyarakat, bola, kuns atau tanda/rambu rambu latihan. “Fasilitas KSS masih berupa alat-alat sederhana perlu dilengkapi dalam waktu mendatang,” tutur Imbiri. Kostum latihan untuk kelompok SD warna hijau, SMP kuning dan SMA orange. Imbiri menegaskan, program KSS untuk 6 bulan pertama adalah uji coba bagi kelompok SMP dan SMA dengan klub-klub di Jayapura. Untuk kelompok SD mengikuti pertandingan lokal di Timika, seperti Porseni dan lain-lain. “Uji coba cenderung ke Jayapura karena klub-klub di Jayapura memiliki manajemen yang bagus serta memiliki jam terbang yang mumpuni. Apalagi Jayapura adalah barometer sepakbola di Papua,” kata Imbiri, seraya menambahkan, pihaknya akan mendiskusikan rencana uji coba ini bersama Direktur Eksekutif LPMAK John Naikaya. Beliau adalah tokoh yang memahami sepakbola dengan melakukan terobosan membangun SSB Kokonao. Beliau memiliki pemikiran yang bijaksana untuk kepentingan masyarakat.” Sepakbola adalah olahraga rakyat yang digandrungi masyarakat akar rumput. Apalagi biaya bagi sepakbola cenderung lebih murah dibanding cabang olahraga yang lain, seperti bulu tangkis setiap saat harus membeli shutlecock dan net, tapi sepakbola hanya membutuhkan “Si Kulit Bundar” yang awet dan tahan lama. Melalui SSB Kokonao anak-anak dibina disiplin terutama untuk membentuk karakter seseorang serta mengajarkan mereka bersosialiasi dengan dunia lain. Sepakbola adalah permainan tim. Disana mereka dibiasakan untuk memiliki kesetiakawanan dan tanggungjawab seeperti kerjasama tim (team work). “Melatih di sekolah sepakbola harus bisa memberi contoh bagi anaka-anak bagaimana melakukan passing, dribbling atau aksi capping bola yang betul,” tegas Imbiri, seraya menambahkan, seorang pelatih sekolah sepakbola tak diperkenankan hanya memberikan instruksi melakukan ini itu, tapi ia harus mampu meberikan contoh bagaimana melakukan latihan dasar-dasar sepakbola yang benar. Imbiri menuturkan, dalam mengimplikasikan program latihan SSB Kokonao, maka pihaknya juga memberika porsi latihan yang berbeda di setiap kelompok usia, misalnya kelompok usia SD dan SMA latihan hanya berkisar permainan dimana anak-anak dengan gembira berlari dan menendang bola. Bola yang dipakai kelompok usia SD dan SMP pun lebih kecil dari bola yang dipakai kelompok usia SMA. “Kelompok usia ini belum boleh diberikan latihan fisik karena otot-otot tubuh mereka masih dalam perkembangan. Mereka juga belum boleh diberikan latihan menyundul karena tulang kepala mereka masih mudah,” tukas Imbiri. Yang menarik, SSB Kokonao juga memberikan kegiatan latihan sepakbola bagi anak-anak perempuan dari kelompok SMP dan SMA bergabung di kelompok SD. “Kelompok sepakbola perempuan baru beberapa saja. Kita upayakan salurkan mereka untuk ikut latihan. Kalau mereka punya potensi bisa dikembangkan. Kaum perempuan yang senang main bola silakan mengikuti latihan.Siapa tahu suatu saat jebolah SSB Kokonao direkrut untuk memperkuat Galanita Papua,” ujar Imbiri. Imbiri menegaskan, respons masyarakat di Kokonao dan sekitarnya terhadap SSB Kokonao ini cukup tinggi. Masyarakat sangat mendukung, dimana para orang tua melihat hal positif yang dapat menjembatani siswa-siswi untuk kembali ke sekolah. “Sekarang hampir 100 siswa-siswi yang tadinya putus sekolah, tapi dengan dibangun SSB Kokonao ada siswa-siswi yang datang minta bersekolah kembali. (Makawaru da Cunha/Dominggus A. Mampioper) FRITS K IMBIRI DAN BIODATA Nama :Frits K Imbiri Tempat/Tgl Lahir : Abepura, 10 Mei 1952 Pendidikan : VTC Base-G Jayapura Alamat : Jln Kesehatan I Abepura Nama Istri : Sri Rahayu Anak : 3 Putri Prestasi : 1. Persipura - Juara I Indonesia Timur Antar Wilayah 1972 - Mewakili PSSI ke Saigon. 2. Masuk Tim Nasional PSSI 1974 di Jakarta. 3. Klub Galatama Indonesia Muda Jakarta - Juara Kompetisi Divisi Utama Persija - Juara Gala Karya Seluruh Indonesia 4. Klub Galatama Warna Agung Jakarta - Juara Liga Galatama 1979 5. Pelatih Pomnas Papua Juara III Seluruh Indonesia 6. Pelatih Kepala Kokonao Soccer School (KSS)
|
Latest News
- Edisi 55
- Melacak Jejak-Jejak Sejarah
- ‘Bongkar-Pasang’ Nama
- Port Numbay Menuju Titik Terang
- Maria Goreti, Tanpa Sang Prada
- Kusta Terus Mengancam Kota Jayapura
- Antara AIDS, Kondom dan Gereja
- Pilkada Nabire: Dua Kali Putaran, Dua Kali Gugatan
- Tambang PTFI = Cipta Senjata Kimia?
- Hutan di Sarmi : Demi Untung, Lingkungan Dirusak
Pooling
Komentar Pembaca
- Loading...
Surat Pembaca
- Listrik di Jayapua T’ra Beres [Thursday 11 March 2010, 06:06]
- Perlukah Pemekaran Kodam (di) Papua? [Thursday 11 March 2010, 06:06]
- Surat Terbuka untuk “Kaka Bas”: Kereta Api untuk Siapa? [Friday 12 February 2010, 13:01]
- Menanti Gebrakan Putra Asli Numbay [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
- Mungkinkah Persipura Lolos 16 Liga Champion Asia? [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
- Wali Kota Jayapura Harus Tegas [Wednesday 03 February 2010, 15:03]
Terbitan Papua Room
| Mawar Hitam Tanpa AkarSaturday, 29 August 2009 | Administrator + Full Story |
| Other Articles |



















Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Ba...
sehubungan dengan berita mengenai dilema yang dihadapi oleh Ru...
haiii kk salam kenal yach lebih awal......k jujur aja sy penas...
saya sangat penasaran ketika mendengar novel ini dan merasa ba...
Saya setuju kalau bisa 11 kursi harus lebih banyak diisini kal...
Apa yang dikatakan saudara ones Yobe itu benar. Pelayanan publ...
bupati dorang kumpul supaya. jelas sekali, itu karena dong pun...
wau-wau dorang, maju terus e,,, jangan perna mundur. tuntut te...
om joe..pertamanya tahun 1998 di berita di selebaran yang saya...
kami mendukung aksi ini. bebaskan tapol napol!!!! Cyntia kamu ...
Sa setuju dengan tindakan sodara2 smua yang ada di waghete...n...
Kami mendukung secara penuh penolakan tersebut, karena selama ...