Content View Hits : 1833021
Friday, 12 March 2010
Rafel Zakeus Ohee: Robinho dari Papua PDF Print E-mail
Saturday, 04 April 2009 07:44

 
Image
Rafel Zakeus Ohee: Robinho dari Papua (Makawaru da Cunha)
 
JUBI---Talenta Papua yang kini mentas di Indonesia Super Liga (ISL)U-21 Tahun 2009 salah satunya Rafel Zakeus Ohee. Winger PKT U-21 memiliki pergerakan impresif dengan postur ideal ditunjang skill, power, visi bermain yang mumpuni.

Menyaksikan aksi Rafel, maka penonton seakan disuguhi sebuah permainan indah dan memikat terutama pergerakan saat dia mengolah bola, kehilangan bola maupun saat ia bergerak mencari ruang untuk menerima umpan dari rekannya. Aksi menawan Rafel Zakeus Ohee seakan ia sedang memperagakan tarian Yosim Pancar (Yospan).  
Menyaksikan aksi-aksi Rafel Zakeus Ohee yang sering disapa Rafel ini selama leg pertama ISL U-21 Tahun 2008 lalu bersama klubnya PKT U-21, maka setiap orang segera berdecak kagum menyaksikan aksi impresif talenta berusia 18 tahun ini. 
Dengan posisi bermain yang fleksibel kadang di winger, kadang juga Rafel berperan sebagai tandem di belakang striker utama tergantung nalurinya memerintah dirinya mesti melakukan permutasian (pergerakan) baik passing maupun mendapatkan ruang tembak ideal untuk membuka peluang di gawang lawan. Gaya bermain Rafel mengingatkan orang akan aksi-aksi Robinho.   
“Teman-teman menjuluki saya Robinho dari Papua,” ujar Rafel tersipu.  
Lantas apa komentar Rafel dengan julukan ini? Rafel menuturkan dirinya memang pengagum berat Robinho, pemain dari Negeri Samba Brazil yang menuai sukses besar sebagai seorang pemain profesional di Chelsea kemudian hijrah ke Manchester City dengan nilai transfer menggiurkan. Suatu saat, ujar Rafel, dirinya bercita-cita ingin menyuguhkan permainan seperti yang telah ditunjukkan Robinho di panggung sepakbola internasional.  
“Enak banget nonton Robinho mengola bola. Dia paham betul kapan mengolah bola dan kapan ia mesti mengumpan. Timingnya selalu tepat dalam posisi yang sulit sekalipun. Kedua kakinya hidup seakan punya mata,” ujar Rafel sembari mempertotonkan gerakan seperti yang dilakukan Robinho itu.   

Peluang dan Tantangan
Saat ini talenta-talenta muda Papua beredar di sejumlah klub profesional di Tanah Air mengikuti jejak para seniornya yang telah lebih dulu hijrah ke luar Papua. Rafel dikontrak manajemen PKT U-21 selama setahun dengan klausal apabila ia mengalami kemajuan, maka kontraknya akan diperpanjang. 
Bagi seorang Rafel, bergabung dengan PKT U-21 adalah suatu peluang sekaligus tantangan untuk menapaki karier sebagai seorang pemain bayaran. 
Untuk menuju kesana, imbuh Rafel, seorang pemain dituntut memiliki disiplin tinggi, baik disiplin di dalam lapangan maupun di luar lapangan seperti memahami instruksi yang diberikan pelatih, mampu bermain dalam tim (team work), santu dalam berprilaku. “Disiplin telah membantu banyak orang untuk merengkuh sukses dalam bidang apapun,” tukas Rafel, seraya memberikan contoh pemain-pemain yang sukses berkat kedisiplinan macam Ruly Nere, Jackses F Tiago, Erol Iba dan lain-lain.  
Rutinitasnya seorang Rafel selama merumput di PKT U-21 adalah melalapi seluruh sesi latihan yang diberikan pelatihnya. Rafel dan teman-temannya melakoni latihan setiap minggu mulai Senin sampai Jumat pagi hari pukul 07.00-09.00 Witeng dan diteruskan petang hari pukul 15.00-17.00 Witeng. “Menu latihan macam-macam mulai dari teknik, taktik, strategi serta dinamika permainan yang sangat menyenangkan,” tutur Rafel.  Khusus Sabtu-Minggu, sebut Rafel, seluruh pemain istirahat yang acapkali mereka manfaatkan untuk menonton TV, main Nintendo di Play Station atau melakukan kegiatan rekreasi lainnya.  
Namun demikian, bagi Rafel, hari istirahat ini ia manfaatkan untuk melakukan latihan ekstra demi mengasah ketrampilan dan kemampuannya. “Kalau sa lihat dalam latihan porsi latihan yang diberikan pelatih belum memuaskan, maka sa akan latihan ektra,” ungkap penyuka wisata kuliner ini.  
Selama merumput di PKT U-21 dia mengaku mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan. Apalagi pelatihnya Rohmad memberikan kebebasan bagi dirinya untuk melakukan inisiatif, kreativitas serta improvisasi dalam permainan yang sesungguhnya. 
“Sa gampang menyesuaikan diri dengan teman-teman ditunjang beberapa rekannya eks Persipura U-21 juga ikut bergabung bersamanya di PKT U-21 macam Linder Hendambo, Titus Bonay dan lain-lain. Kami semua adalah pilar di PKT U-21,” ujar Rafel gembira.  
Sewaktu di ISL U-21 leg pertama saat PKT U-21 bentrok dengan mantan klubnya Persipura U-21 di Stadion Mandala, Jayapura beberapa waktu lalu Rafel dipasang pelatih Rohman sebagai starting eleven. “Sa tampil cukup bagus, walaupun dari menit ke menit dapat pressure dari Persipuramania,” tukas Rafel. 

Pergerakan dan Kecepatan
Menurut Rafel, program latihan lanjutan yang diberikan pelatihnya ia lalap habis, terutama latihan set play. Dalam latihan ini setiap pemain bergerak mencari bola. Saat seorang pemain memegang bola, maka pemain lain bergerak mengambil posisi untuk menerima bola. Apabila kehilangan bola setiap pemain berupaya untuk merebutnya dan mulai membangun serangan. “Kami memfokuskan latihan pergerakan dan kecepatan,” ujar Rafel. 
Rafel beruntung lantaran selama merumput di PKT ia telah memiliki dasar-dasar sepakbola yang diperolehnya dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Emsyk, Waena, Jayapura mulai dari passing, dribbling, capping, shooting serta organisasi permainan. “Dasar-dasar sepakbola telah melekat dengan jiwa saya. Di PKT hanya meningkatkan pengertian bermain dan menambah jam terbang,” tukas Rafel.   
Rafel menyatakan, seluruh tim yang berlaga dalam ISL Tahun 2009 level U-21 khusus di wilayah Timur memiliki kekuatan yang nyaris merata. Yang membedakan hanya motivasi untuk menang dalam setiap laga. “Pemain yunior nggak usah pikir uang. Kitorang punya orientasi cari pengalaman dan prestasi,” kata Rafel.  
Pemain usia dini, imbuh Rafel, paling cepat terpengaruh hal-hal negatif seperti narkoba, miras, pergaulan bebas dan lain-lain. 
Pemain usia dini harus menjauhkan diri dari “barang haram” itu karena hanya akan merusak fisik dn mental seorang pemain. “Pemain profesional harus mampu menjaga fisiknya,” tutur Rafel. (Makawaru da Cunha)  
 
 
RAFEL ZAKEUS OHEE DAN BIODATA

Nama            : Rafel Zakeus Ohee
Tempat/Tgl Lahir : Jayapura, 1 Juni 1990
Pendidikan       : SMA Korpri Jayapura
Anak            : Anak Pertama dari Tiga Bersaudara
Ayah            : Yudha Ohee
Ibu              : Martha Nere
Posisi            : Striker/Wing
Pemain Favorit    : Robinho
Pelatih Favorit    : Johanes Zonggonau (Pelatih SSB Emsyk Jayapura)
Makanan Favorit  : Papeda
Hobi             : Jalan-Jalan, Kuliner

Pengalaman Klub
- Tahun 2003          : SSB Emsyk Jayapura
- Tahun 2005          : Persipura U-15
- Tahun 2006          : Seleksi PKT Botang U-18
- Tahun 2006          : Seleksi Persipura U-18
- Tahuh 2007          : Seleksi Persipura U-18
- Tahun 2007          : Suratin Cup 
- Tahun 2007-2009      : PKT U-21




Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
 Klik Banner Di Atas, Dapatkan Informasi Penghargaan Pembela Hutan Papua 2010 

Pooling

Siapakah Bakal Calon Walikota Jayapura Pilihan Anda?
 

Komentar Pembaca

Frontpage

Surat Pembaca