|
Dana 5 Milyar Untuk Pasar Mama Papua Dinilai Kurang |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 February 2010 14:35 |
|
JUBI --- Usulan dana 5 milyar bagi pembangunan pasar Pedagang Asli Papua dinilai kurang.
“Dana sejumlah ini masih sangat kurang, sehingga perlu di tambah sekitar 15 sampai 20 milyar,” kata Anggota DPRP, Nason Uti di Jayapura, Senin (8/2). Nason menilai jumlah ini sangat kecil. Sebab bila dihitung hitung belum termasuk pelepasan tanah hingga pembangunan infrastrukturnya. “Untuk pelepasan tanah saja bisa mencapai milyaran rupiah, belum lagi yang lainnya."
Dana 5 milyar merupakan usulan Gubernur Barnabas Suebu saat pembedahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Provinsi Papua bulan November 2009 di Gedung Negara Jayapura. “Panitia Khusus (Pansus) dewan periode lalu belum menunjukan hasilnya, sehingga ini menjadi tugas kami anggota dewan yang baru untuk mengerjakannya,” kata Uti. Ketika disinggung soal rencana tempat pembangunan pasar yang akan dibangun di Terminal Damri Jayapura, ia menjawab harus jelas tempatnya. “Saya kira perlu dicari tempat yang terbaik, sehingga bisa memberi dampak keuntungan ekonomi bagi pedagang asli Papua,” ujarnya. Uti yang masuk DPRP dari Partai Barisan Nasional (Barnas) berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik sehingga Pedagang Asli Papua dapat menggunakan pasar tanpa beban.
“Pansus dewan yang baru juga harus konsisten menindaklanjutinya,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)
|
saya sangat berterima kasi kepada Bapak Harun yang mana telah ...
Jayapura milik semua...siapapun dia..yg tali pusat putus di ja...
ayo persipura semangat trus jangan menyerah key.....n jangan ...
Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Ba...
sehubungan dengan berita mengenai dilema yang dihadapi oleh Ru...
haiii kk salam kenal yach lebih awal......k jujur aja sy penas...
saya sangat penasaran ketika mendengar novel ini dan merasa ba...
Saya setuju kalau bisa 11 kursi harus lebih banyak diisini kal...
Apa yang dikatakan saudara ones Yobe itu benar. Pelayanan publ...
bupati dorang kumpul supaya. jelas sekali, itu karena dong pun...
wau-wau dorang, maju terus e,,, jangan perna mundur. tuntut te...
om joe..pertamanya tahun 1998 di berita di selebaran yang saya...