Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Gubernur Enembe tegaskan pertemuannya dengan petinggi Polri bahas banyak hal, termasuk paska Otsus
  • Sabtu, 16 September 2017 — 00:04
  • 6427x views

Gubernur Enembe tegaskan pertemuannya dengan petinggi Polri bahas banyak hal, termasuk paska Otsus

Pertemuan tersebut bukan membahas mengenai dirinya yang akan maju di Pilgub Papua seperti yang viral beberapa hari terakhir jelas Enembe dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (15/9/2017).
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi/Alexander Loen
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jakarta, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe membantah pertemuannya dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memasangkan pencalonan dirinya dengan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw di Pilgub Papua 2018.

Pertemuan tersebut bukan membahas mengenai dirinya yang akan maju di Pilgub Papua seperti yang viral beberapa hari terakhir jelas Enembe dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Pertemuan itu semata-mata laporan dari Enembe agar persatuan dan kesatuan bisa terjadi di Papua.

Menurut Enembe, pertemuan itu memang terjadi, tepatnya di rumah Kepala BIN di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 5 September lalu.

"Tapi banyak hal yang dilaporkan dan minta petunjuk dari Kepala BIN," katanya.

Pertemuan itu, lanjut Enembe, membahas banyak hal, salah satunya adalah mengenai kejadian paska pilkada serentak 2017. Seperti diketahui, ada beberapa kabupaten dan kota di Papua yang melaksanakan pemilihan. Enembe meminta kepada Kepala BIN agar disampaikan kepada Mendagri Tjahjo Kumolo untuk segera dilakukan pelantikan.

"Bahkan ada lima wilayah yang PSU (pemungutan suara ulang). Sesuai putusan MK (Mahkamah Agung) harus segera dilantik. Saya meminta arahan agar tidak terjadi bentrok nanti," lanjutnya.

Selain itu, pertemuannya juga membahas mengenai pelaksanaan otonomi khusus di Papua. Menurut Lukas, pelaksanaan otonomi khusus di Papua tinggal enam tahun lagi. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah pusat menyiapkan pola besarnya atau "grand design".

"Nah setelah otonomi khusus itu nanti seperti apa. Saya diskusi itu," lanjut dia.

Hampir di setiap pilkada selalu terjadi permasalahan. Akibatnya, banyak pembangunan yang dilakukan, tapi kemudian hancur karena dibakar.

"Tentu rakyat juga yang kasihan," tambah Enembe.

Enembe juga menyampaikan perkembangan rencana pelaksanaan PON di Papua. Papua akan menjadi tuan rumah PON pada 2020.

"Kami meminta dukungan dari BIN dan Polri untuk mengamankan itu," lanjutnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pascapilkada, pemerintahan di Intan Jaya tak maksimal 

Selanjutnya

Jika ini terjadi pada LE, legislator akan desak paripurna boikot pemerintahan 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe