Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Kasus Deiyai, gubernur minta aparat belajar budaya Papua
  • Selasa, 15 Agustus 2017 — 19:26
  • 2085x views

Kasus Deiyai, gubernur minta aparat belajar budaya Papua

"Aparat TNI/Polri yang ditugaskan di Papua harus belajar budaya dan karakter orang Papua. Kalau tidak mau belajar maka akan terjadi seperti peristiwa di Deiyai," kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (15/8/2017).
Gubernur Papua Lukas Enembe - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Menyikapi kasus Deiyai, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta aparat keamanan TNI/Polri yang ditugaskan di wilayah Papua, untuk belajar budaya dan karakter orang Papua.

"Aparat TNI/Polri yang ditugaskan di Papua harus belajar budaya dan karakter orang Papua. Kalau tidak mau belajar maka akan terjadi seperti peristiwa di Deiyai," kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (15/8/2017).

Menurutnya, penembakan terhadap warga sipil di wilayah suku Mee sudah terjadi beberapa kali, seharusnya aparat yang ditugaskan di sana bisa belajar. Apalagi suku Mee yang lebih dulu menerima budaya luar.

"Jangan main-main dengan mereka. Dari seluruh masyarakat pegunungan, suku Mee yang lebih dulu menerima budaya luar. Untuk itu, TNI/Polri harus belajar, masa kejadian pembunuhan berturut-turut terjadi di wilayah ini, apa salah mereka?" ucapnya.

"Mereka bukan orang bodoh, mereka lebih pintar dari kita karena mereka lebih dulu menerima budaya dari luar. Untuk itu kita harus hati-hati kelola konflik yang terjadi," tambahnya.

Gubernur Enembe tekankan, setiap orang Papua yang mati tak ternilai harganya, karena kematian terjadi disebabkan oleh berbagai faktor, sehingga harus bisa dibedakan.

"Banyak orang Papua mati karena penyakit, narkoba, terbunuh oleh TNI/Polri atau KKB, dan konflik sosial (perang suku dan Pilkada)," kata Enembe.

"Hampir sebagian besar orang Papua mati karena itu. Oleh karena itu hindari konflik yang terjadi, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin di Papua harus berusaha tidak ada konflik," katanya lagi.

Menanggapi itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk sama-sama berjuang menghindari konflik. Apalagi kata ia, dirinya telah gagas undang-undang perubahan Otsus Plus guna hindari kejadian-kejadian seperti itu.

Oleh sebab itu, katanya, jika seluruh pihak meyakini semua bisa keluar dari konflik, maka semua bisa sama-sama keluar untuk membangun kesejahteraan, membangun bidang ekonomi, dan membangun kebersamaan, dengan begitu keberhasilan akan tercapai.

"Saya mengajak semua orang Papua untuk bersama-sama menuju kepada kemajuan yang lebih baik. Jangan kita berkonflik karena Pilkada atau hal-hal yang tidak bermanfaat," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemangku kepentingan diajak bangun Papua

Selanjutnya

Lukas Enembe berhasil jaga toleransi beragama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe