Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Keterangan terdakwa kasus terbakarnya kitab suci berbelit-belit
  • Selasa, 15 Agustus 2017 — 16:18
  • 943x views

Keterangan terdakwa kasus terbakarnya kitab suci berbelit-belit

"Kalau orang salah itu panik. Kalau kamu tidak salah, kamu tidak akan panik. Makanya jadi militer itu harus bersih berpikir negatif," katanya.
Suasana sidang kasus terbakarnya kitab suci di Pengadilan Militer III-19 Jayapura - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Majelis Hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura menilai, Serda BS yang menjadi terdakwa dalam kasus terbakarnya kitab suci beberapa waktu lalu berbelit-belit memberikan keterangan. 

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua, Kolonel James F Vanderslot didampingi hakim anggota, Letkol Dwi Yudo Utomo dan Mayor Dendi Sutiyoso, Selasa (15/8/2017), dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, sejumlah pertanyaan diajukan majelis hakim.

"Kamu berbelit-berlit di persidangan. Tidak pantas lagi dalam militer. Kamu plintir-plintir. Kamu kira kamu mau selamat di sini. Di sini hukum ditegakkan. Ahok saja dua tahun," kata Kolonel James F Vanderslot. 

Majelis hakim menilai, keterangan terdakwa dalam sidang, sedikit berbeda dengan keterangan yang ada dalam BAP POM. 

"Saya mau tanya kejujuran kamu, kamu tidak mau jujur. Orang ini tidak pantas jadi tentara," ujar James F Vanderslot.

Kata James F Vanderslot, dalam keterangan terdakwa sesuai BAP POM, ia menyatakan panik ketika mengetahui ada kitab suci terbakar. Ini menandakan ada kesalahan.

"Kalau orang salah itu panik. Kalau kamu tidak salah, kamu tidak akan panik. Makanya jadi militer itu harus bersih berpikir negatif," katanya.

Sementara hakim anggota, Mayor Dendi Sutiyoso mengingatkan terdakwa, kalau yang bersangkutan duduk di kursi pesakitan karena ada laporan.

"Kalau tidak bersalah harus buktikan. Jangan hanya bilang tidak tahu. Itu sama saja orang bilang asal bunyi. Kami hanya minta kamu bisa buktikan, tapi kamu tidak bisa buktikan," Mayor Dendi Sutiyoso.

Terdakwa dalam menjawab pertanyaan majelis hakim beberapa kali menyatakan tidak tahu. Terdakwa kembali menyatakan tidak tahu ketika hakim menanyakan siapa yang menaruh kitab suci di tempat sampah, dan menyebabkannya terbakar.

"Saya menyesal karena terjadi ricuh akibat terbakarnya kitab suci, yang saya tidak tahu siapa yang melakukan," kata terdakwa.

Setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, terdakwa menyatakan meminta maaf.

"Saya minta maaf atas kelalaian dan keteledoran saya. Saya tidak ada niat, namun jika dalam bak sampah ada kitab suci terbakar, saya minta maaf," ujarnya.

Sidang direncanakan dilanjutkan, Rabu (16/8/2017), dengan agenda rekonstruksi di lokasi kejadian di Korem 172/PWY, Padang Bulan, Kota Jayapura. (*)

loading...

Sebelumnya

Komisi I DPRP: jika terjadi penembakan lagi, kami ingin penentuan nasib Papua 

Selanjutnya

Gubernur Papua aktifkan SK DPRD Mimika 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe