Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. DP3AKB catat 25 kasus kekerasan anak
  • Selasa, 15 Agustus 2017 — 14:07
  • 1056x views

DP3AKB catat 25 kasus kekerasan anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, Betty Pui, mengatakan hingga bulan Agus 2017 tercatat 25 kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadap anak. Kasus kekerasan seksual lebih banyak dibanding kekerasan fisik.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat membuat kegiatan Advokasi Kebijakan Kota Layak Anak, Senin (14/8/2017) – Jubi/Hengky
Hengky Yeimo
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura Jubi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, Betty Pui, mengatakan hingga bulan Agus 2017 tercatat 25 kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadap anak. Kasus kekerasan seksual lebih banyak dibanding kekerasan fisik.

Hal tersebut disampaikan Betty Pui kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Selasa (15/8/2017).

Untuk mencegah terjadi tindak kekerasan terhadap anak, DP3AKB bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan aksi seruan bersama terhadap masyarakat di Kota Jayapura.

“Masyarakat harus peka dan melindungi anak dari pelaku kekerasan. Kekerasan seksual terhadap anak lebih banyak karena dipengaruhi minuman keras. Setelah miras mereka melakukan hubungan seksual pada anak dibawah umur. Begitu juga kasus kekerasan lainnya,” kata Betty.   

Betty menambahkan bila pihaknya mengetahui informasi adanya tindak kekerasan terhadap anak, akan melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polresta Jayapura setelah diproses oleh keluarga korban.

Betty mengatakan dari 25 khasus ini ada pihak keluarga yang minta untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Ada juga kasusnya diteruskan ke Polresta Jayapura dan diproses secara hukum.

Sementara itu, Petronela, mengatakan untuk menjadikan Jayapura sebagai kota layak anak, pemerintah dan masyarakat harus bekerja bersama-sama.

“Kami tidak bisa kerja sendiri untuk memajukan kota ini,” katanya.

Petronela menambahkan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak di Kota Jayapura dibutuh kerjasama semua komponen masyarakat.

“Tujuan membangun inisiatif yang mengarah pada tujuan formasi tentang kota layak anak yakni terwujudnya Jayapura sebagai kota laya anak,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kabel optik Telkom putus lagi, komunikasi di Jayapura 2 jam mati total

Selanjutnya

Sebanyak 5.855 keluarga terima bantuan Program Keluarga Harapan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe