Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Flobamora tampilkan tarian adat Lamaholot di Festival Teluk Humbold 
  • Senin, 07 Agustus 2017 — 14:58
  • 732x views

Flobamora tampilkan tarian adat Lamaholot di Festival Teluk Humbold 

Keluarga besar Flores, Sumba, Timor, Alor (Flobamora)  Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Rote dan Sabu, ambil bagian dalam Festival Teluk Humbold (FHT) 2017 dengan menampilkan tarian adat istiadat Flobamora.
Warga Flobamora saat membawakan hasil kebun pisang dalam tarian untuk diserahkan kepada Wali Kota Jayapura - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Keluarga besar Flores, Sumba, Timor, Alor (Flobamora)  Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Rote dan Sabu, ambil bagian dalam Festival Teluk Humbold (FHT) 2017 dengan menampilkan tarian adat istiadat Flobamora.

Ketua Flobamora Kota Jayapura, Agripa Wali, mengatakan momentum FTH sangat spesial karena dimeriahkan sekitar 500 orang dari berbagai suku yang ada di Kota Jayapura, baik suku asli Papua maupun dari luar Papua, Flobamora salah satunya.

Pada pelaksanaan FTH hari ketiga, tampak hadir menyaksikan Wali Kota Jayapura dan Sekda Provinsi Papua. Juga tamu dari mancanegara yang bersatu dengan ribuan masyarakat  Kota Jayapura yang menyaksikan aneka sajian dari berbagai suku di Indonesia, di pantai wisata Hamadi, Minggu (6/8/2017).

Agripa Wali mengatakan masyarakat Flobamora merasa bangga bisa berpartisipasi dalam Festival Teluk Humboldt Tahun 2017 serta dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 72 di Kota Jayapura.

“Masyarakat Flobamora di Kota Jayapura juga merasa bahwa mereka adalah warga kota Jayapura. Sehingga kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kota, maka  masyarakat Flobamora dengan sadar sebagai warga kota yang baik harus ikut berpartisipasi pada kegiatan yang digelar pemerintah kota Jayapura,” kata Agripa Wali.

Agripa Wali mengatakan, masyarakat Flobamora menganggap bahwa dimanapun mereka, di tanah rantau sekalipun, mereka harus menunjukkan jati diri sebagai warga Flobamora. Salah satu tarian tradisional masyarakat Flobamora yang ditampilkan yaitu dari masyarakat adat Lamaholot.

“Hal ini akan terus berlanjut jika Pemerintah Kota Jayapura melaksanakan kegiatan tersebut agar masyarakat Flobamora dengan budaya mereka bisa dikenal oleh suku-suku lain sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat internasional yang turut hadir untuk menyaksikan penampilan adat mereka,” katanya.

Di tempat yang sama Ketua Adat Lamaholot, Antonius,  kepada wartawan mengatakan selain tarian mereka juga menampilkan kerajinan tenun.

Lamaholot merupakan salah satu suku yang mendiami daratan Flores bagian timur yang terdiri dari 4 pulau besar yaitu Adonara, Lembata, Solor, dan Lomblen. Empat pulau itu disatukan dalam satu bahasa yaitu bahasa Lamaholot.

“Lamaholot identik dengan kain tenun yang merupakan hasil olahan dari Ina-Ina (perempuan-perempuan)  Lamaholot. Mulai dari menanam, memetik, dan membersihkan kapas serta memintalnya menjadi benang, lanjut menenun menjadi kain semua dikerjakan Ina-Ina,” katanya.  (*)

 

loading...

Sebelumnya

Gereja Kingmi Yerusalem di Kampung Harapan diresmikan

Selanjutnya

Masyarkat Kota Jayapura Tidak Bisa Menghindari Peraturan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe