Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. ASN Papua dituntut pahami tupoksi masing-masing
  • Kamis, 03 Agustus 2017 — 17:21
  • 724x views

ASN Papua dituntut pahami tupoksi masing-masing

Ia tekankan, tugas dan kewajiban semua ASN sudah ditetapkan sesuai bidang masing-masing. Untuk itu, tidak perlu lagi ASN mengambil tugas yang telah dipercayakan kepada ASN yang lain. Sebab, jika itu terjadi akan membawa dampak yang kurang baik bagi pemerintahan.
Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintahan Provinsi Papua - Dok Jubi
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah diberikan tanggung jawab sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk memahami tugas pokok fungsi (tupoksi) masing-masing. Sehingga, ASN bisa bekerja memenuhi kewajibannya dengan efektif.

"ASN seharusnya merasa malu terhadap lingkungannya, baik di tempat kerja maupun tempat tinggal, jika sering kali bekerja dengan tidak memperhatikan aturan yang berlaku," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (3/8/2017).

Ia tekankan, tugas dan kewajiban semua ASN sudah ditetapkan sesuai bidang masing-masing. Untuk itu, tidak perlu lagi ASN mengambil tugas yang telah dipercayakan kepada ASN yang lain. Sebab, jika itu terjadi akan membawa dampak yang kurang baik bagi pemerintahan.

Disamping itu, ASN juga dituntut untuk taat pada aturan jam masuk kantor, yang mana setiap pegawai diwajibkan masuk kantor setiap hari mulai pukul 07.30 WIT hingga pukul 15.00 WIT. Pasalnya, dari kewajiban–kewajiban itu akan melahirkan hak-hak antara lain gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya. 

"Jika ada tunjangan atau semacamnya, maka setiap ASN harus memenuhi kewajibannya, yakni rajin masuk kantor dan mengikuti apel pagi," ucapnya.

Menanggapi itu, Elia mengingatkan, supaya semua ASN melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik. Hal itu supaya jalannya kegiatan pemerintahan dan pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat bisa terlaksana seperti yang diharapkan. 

"Saya mau bilang masa kau tak ke kantor, tapi ada di rumah padahal itu jam kantor. Maka lingkungan juga akan bicara apa terhadap ASN. Saya pikir ini juga penting disadari oleh istri maupun suami dan anak-anak yang orangtuanya pegawai negeri," kata Elia.

"Saya harap keluarga dapat menjadi penolong suami atau istri untuk ke kantor, supaya mau menerima gaji dan hak-hak yang diperkenankan. Ko tra malu ka kalau orang liat ko tra masuk kantor," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri mengatakan kontribusi dan kinerja ASN belum mencapai standar yang diharapkan. Dengan kata lain, masih sangat rendah.

Hal tersebut disebabkan karena distribusi ASN saat ini tidak seimbang dengan tugas fungsi organisasi pemerintah. Baik antarsatuan instansi daerah maupun antarsatu daerah dengan yang lain.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan sebab komposisi antara jabatan teknis dengan tenaga administratif belum proporsional," kata Auri.

Kondisi ini ujar ia, mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara kebutuhan ASN dengan ketersediaan tenaga kerja di lapangan. 

Di lain pihak, penegakkan disiplin juga belum berjalan sesuai Peraturan Pemerintah 53 Tahun 2010, yang mana masih tergantung pada komitmen pejabat, hingga penghasilan ASN belum terwujud secara adil dan layak sesuai beban kerja maupun tanggung jawabnya.

"Saat ini pemerintah tengah melaksanakan program reformasi birokrasi, yang mana hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik," ucapnya.

Dia menambahkan, reformasi birokrasi merupakan langkah strategis membangun aparatur negara supaya lebih berdaya dan berhasil, guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan maupun pembangunan nasional.

Untuk itu, segenap aparatur negara diharuskan segera melakukan pembenahan birokrasi secara internal dan melakukan inovasi di bidang pelayanan publik. Sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mendatangkan investasi yang membawa pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya, serta ASN secara khusus. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

DKP Papua genjot pengembangan rumput laut

Selanjutnya

Nicholaus Wenda : TPP berlaku tahun depan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe