Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Sonny Rumfaker: paket konsolidasi untuk penghematan waktu
  • Senin, 31 Juli 2017 — 17:25
  • 537x views

Sonny Rumfaker: paket konsolidasi untuk penghematan waktu

Kepala Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua, Sonny Rumfaker, mengatakan konsolidasi pemaketan pekerjaan di lingkup pemerintahan Papua, dilakukan untuk penghematan waktu.
Ilustrasi Kantor Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua, Sonny Rumfaker, mengatakan konsolidasi pemaketan pekerjaan di lingkup pemerintahan Papua, dilakukan untuk penghematan waktu.

"Jika ada pekerjaan yang sama, seperti peningkatan jalan maka akan dijadikan satu proses lelang, paketnya juga satu. Ini untuk penghematan waktu. Mari teman-teman pengusaha ikuti dulu bagaimana konsolidasi, apakah menguntungkan atau tidak," kata Sonny, kepada wartawan, di Jayapura, Senin (31/7/2017).

Ia tekankan, cara ini pasti akan menguntungkan para pengusaha, apalagi prosesnnya sama hanya modelnya saja yang baru.

"Kalau mereka terima kami lihat dia sudah bisa atau tidak, kalau tidak ya tergantung kebijakan Pak Gubernur, kalau tidak usah ya tidak usah. Namun kalau mereka siap kami lakukan, cuman model apapun proses lelang tidak akan berubah," sambungnya.

Ia menjelaskan konsolidasi pemaketan adalah pekerjaan yang sekian banyak dijadikan satu, tetapi tahapan proses analisa, administrasi, analisa teknis, analisa harga/biaya tidak berbeda.

"Jadi tidak benar kalau kami memperlambat proses lelang. Pasalnya ketika dokumen satu paket dikirim, kami harus lihat apakah sudah beres untuk dilelang atau tidak. Jika masih belum beres kami akan kembalikan ke SKPD untuk disiapkan kembali," ucapnya.

"Untuk itu, hari ini kami mau sosialisasikan konsolidasi cara strateginya supaya para pengusaha benar-benar paham. Nanti kalau sudah tersosialisasi baik, maka para pengusaha bisa ikut," tambahnya.

Menanggapi itu, Sonny eminta para pengusaha asli Papua untuk tidak pesimis, pasalnya konsolidasi sangat positif.

"Kami di biro punya tugas mengamankan uang negara. Jadi tidak ada cerita mo bilang kami bermain, siapa yang harga terendah pasti dia penghematan terhadap uang negara," katanya.

Dalam bekerja, ujarnya, Kelompok Kerja (Pokja) Layanan Pengadaan Barang dan Jasa tidak berani mengambil sikap keluar dari aturan yang sudah ditetapkan.

"Kalau kami keluar hanya untuk sekedar berpihak tidak berani, karena ketika duduk di kursi pesakitan semua ditanggung sendiri, tidak ada bahasa karena dia kemarin ada bantu Papua atau non Papua tidak ada, hukum Indonesia tetap lurus," kata Sonny.

Apalagi katanya, Pemerintah Papua saat ini sudah menjadi binaan KPK, sehingga pihaknya akan tetap berpegang pada aturan.

"Kami mau berpihak keluar dari regulasi, dan kami menjadi korban, oh tidak. Untuk itu, kami akan tetap berjalan di jalur sesuai petunjuk Pak Gubernur," ucapnya.

Dia menambahkan, aplikasi yang saat ini diterapakan tidaklah sulit, hanya terlalu transparan sehingga tidak ada yang bisa disembunyikan. Apabila 5-10 orang masuk, setelah penetapan semua bisa melihat kesalahan itu ada dimana.

"Jadi apa yang kita mau bermain lagi, karena kami daerah binaan KPK. Ini online dan terkoneksi langsung di KPK. Ketika Pokja melenceng maka akan diketahui, dan untuk menetapkan pemenang pokja tidak serta merta analisa meja trus tetapkan, semua tahapan harus dilalui sampai pada pembuktiaan lapangan," kata Sonny.

"Ketika pembuktian di meja dikeluarkan belum bisa dijadikan pemenang, dan bahkan anak-anak kita yang membuat pemalsuan, trus minta menang bagaimana, tidak bisa. Saya tetap pegang aturan karena itu perintah," tambahnya.

Sementara itu, Ana, pengusaha Papua mengatakan hampir sebagian besar pengusaha Papua tidak mempercayai kinerja Biro Layananan Pengadaan Barang dan Jasa, pasalnya proses lelang yang selama ini dilakukan tidak transparan.

"Setiap lelang pasti yang keluar sebagai pemenang orang-orang itu juga, jadi semua itu hanya kamuflase saja," kata Ana. (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pengusaha Papua diminta kuasai teknologi informasi

Selanjutnya

Karena pendaftaran siswa online, wali murid laporkan Kadisdik Kota Jayapura ke polisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe