Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov Papua deklarasi pengutamaan penggunaan bahasa negara
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 18:47
  • 1776x views

Pemprov Papua deklarasi pengutamaan penggunaan bahasa negara

"Saya minta agar penggunaan bahasa asing oleh masyarakat, dilakukan pada tempat selayaknya dan tak mendahului bahasa kebangsaan kita. Kita juga harus sesering mungkin memperlihatkan kehadiran negara melalui bahasa kebangsaan kita, yaitu bahasa Indonesia," kata Itlay, di Jayapura.
Simeon Itlay, saat mendeklarasikan gerakan penguatan bahasa negara di ruang publik - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama  Pemerintah Provinsi Papua mendeklarasikan pengutamaan penggunaan bahasa negara kepada masyarakat Papua yang ada di Kota Jayapura, Rabu (19/7/2017).

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Simeon Itlay mengatakan reformasi boleh bergulir, tapi bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa harus tetap dijaga.

"Saya minta agar penggunaan bahasa asing oleh masyarakat, dilakukan pada tempat selayaknya dan tak mendahului bahasa kebangsaan kita. Kita juga harus sesering mungkin memperlihatkan kehadiran negara melalui bahasa kebangsaan kita, yaitu bahasa Indonesia," kata Itlay, di Jayapura.

Ia menilai, deklarasi pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia yang dilakukan sangatlah tepat, mengingat akhir-akhir ini penggunaannya tidak lagi menjadi yang utama. Dimana, seolah-olah Bahasa Indonesia telah mulai terpinggirkan, padahal sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, ada kewajiban untuk menggunakannya sebagai bahasa negara. Sebab telah diamanatkan dalam UUD 1945 serta UU No. 24 2009.

Karena itu, amanah ini wajib untuk dijalankan supaya peran bahasa Indonesia, tampak dalam kehidupan masyarakatnya.

"Sebab kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan lagi. Intinya jika sekarang kita tidak bergerak dan mulai mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia, maka lambat laun, bahasa kita akan hilang di balik bayang-bayang bahasa asing," ucapnya.

"Makanya, mari kita bulatkan tekad untuk tetap merawat dan menjaga bahas Indonesia sebagai identitas bangsa yang mesti dan harus benar-benar hadir di tengah-tengah warganya," tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas pada Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Papua, Fery Johan Uduas mengatakan Presiden Soekarno sangat peduli dan menjaga penggunaan bahasa Indonesia sebagai identitas maupun simbol negara. Hal itu dapat dilihat melalui empat nama bangunan monumental yang ada di Jakarta.

Hal demikian juga untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia sangat menghargai perlawanan dan perjuangan rakyatnya dalam merebut kemerdekaan. Dimana telah dibangun monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) pada Agusts 1961. Momumen ini kemudian menjadi simbol Indonesia, yang diberi nama Monas (Monumen Nasional). 

Hanya saja sejak reformasi bergulir pada 1998, penamaan dengan menggunakan bahasa asing (Inggris) semakin marak kembali sehingga bahasa negara kita mulai tak nampak.

"Intinya kami tidak melarang namun kita perlu belajar menambah wawasan berbahasa asing supaya tidak tertinggal. Hanya sekali lagi digunakan sesuai porsinya supaya penggunaan bahasa Indonesia tak semakin terkikis," kata Fery. (*)

loading...

Sebelumnya

KPK : hulu korupsi di pemerintah akibat biaya politik

Selanjutnya

Pusat beri kesempatan putra putri Papua berkarir di kementerian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe