TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Masyarakat adat dilibatkan dalam pembangunan
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 09:33
  • 1176x views

Masyarakat adat dilibatkan dalam pembangunan

Dalam perda tersebut diakomodir mengenai pelestarian budaya asli Port Numbay sesuai ketentuan pengakuan masyarakat adat.
Masyarakat adat Port Numbay pada suatu kesempatan – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
[email protected]
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura melibatkan masyarakat adat dalam semua aspek pembangunan.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jayapura, Makzi L. Atanai mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat sejalan dengan visi-misi Pemkota Jayapura, yang mengedepankan kearifan lokal dalam segala aspek pembangunan.

Dalam perda tersebut diakomodir mengenai pelestarian budaya asli Port Numbay sesuai ketentuan pengakuan masyarakat adat.

Berdasarkan keputusan wali kota mengakui dan melindungi keberadaan satuan masyarakat dengan mengidentifikasi, verifikasi dan validasi, serta penetapan masyarakat hukum adat.

Port Numbay terdiri dari lima suku, yaitu Suku Tehupa, Elseng, Nafri, Imbi dan Suku Sentani.

“Suku Tehupa mendiami Kampung Skouw Sae, Skouw Mabo, dan Skouw Yambe. Suku Elseng mendiami Kampung Moso dan Koya Koso, Suku Nafri mendiami Kampung Nafri, Suku Imbi mendiami Kampung Injros/Enggros, Tbadij/Tobati, Kayo Pulau dan Kayu Batu, Suku Sentani mendiami Kampung Yoka dan Waena,” katanya di Jayapura, Selasa (18/7/2017).

Untuk itu, masyarakat adat harus diberi ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan, bukan objek pembangunan.

“Kearifan lokal di kampung tetap harus dipertahankan, bahkan dikembangkan, seperti bahasa, adat-istiadat, budaya gotong-royong, dan lain-lain,” katanya.

Diharapkan, kearifan lokal tidak tergerus pengaruh global dari luar. “Bukan berarti kita anti budaya luar, tetapi apabila itu baik, maka bisa disandingkan dengan budaya lokal, sehingga menjadi kekuatan bagi kemajuan Kota Jayapura yang kita cintai ini,” katanya.

Tokoh pemuda Port Numbay, Filep Irew mengatakan, perlindungan terhadap orang asli Port Numbay harus menjadi perhatian serius.

“Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jayapura. Ini langkah untuk pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat asli di kota yang majemuk ini,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkot Jayapura sosialisasi beberapa perda

Selanjutnya

Pemohon perbaikan akta anak datangi PN Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat