Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Intelektual Kabupaten Nduga sayangkan rekrutmen anggota MRP
  • Senin, 17 Juli 2017 — 19:04
  • 240x views

Intelektual Kabupaten Nduga sayangkan rekrutmen anggota MRP

Wene Tabuni yang mendukung pernyataan anggota DPR Papua dapil Nduga, Emus Gwijangge, mengatakan perekrutan orang asli yang mewakili daerahnya harus putra/putri asli dan mampu memperjuangkan harkat dan martabat serta latar belakang orang Papua.
MRP - IST
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi – Kritikan terhadap rekrutmen calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kabupaten Nduga kembali disuarakan. Kali ini Wene Tabuni selaku intelektual Kabupaten Nduga. Ia menyayangkan rekrutmen yang tidak memperhatikan orang asli Nduga.

Masalahnya, kata Wene, dalam perekrutan, para calon anggota MRP yang mewakili Nduga sebenarnya bukan masyarakat asli dari wilayah itu.

“Soal MRP yang kemarin diumumkan, menurut saya bermasalah di mana perwakilan orang Nduga tidak ada sama sekali,” kata Wene kepada Jubi di Wamena, Kamis (13/7/2017).

Wene Tabuni yang mendukung pernyataan anggota DPR Papua dapil Nduga, Emus Gwijangge, mengatakan perekrutan orang asli yang mewakili daerahnya harus putra/putri asli dan mampu memperjuangkan harkat dan martabat serta latar belakang orang Papua.

“Orang Nduga ada banyak yang sarjana dan intelektual, tetapi banyak yang mengklaim sebagai orang Nduga padahal sebenarnya bukan. Saya dukung Pak Emus Gwijangge mempersoalkan hal ini. Masih banyak orang Nduga asli yang layak duduk di MRP, kenapa banyak yang klaim sebagai orang Nduga,” katanya.

Emus Gwijangge mengkritik calon anggota MRP dari Kabupaten Nduga yang telah didaftar. Selain karena bukan orang asli Nduga, mereka juga sama sekali bukan dari wilayah adat Lagapo.

Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM itu mempertanyakan kinerja panitia pemilihan (panpil) di daerah yang meloloskan verifikasi terhadap calon anggota MRP itu.

“Dilihat dari marganya saja, dia berasal dari wilayah adat lain. Hanya saja memang dia lahir besar di Nduga. Harusnya kan keterwakilan itu oleh anak dari suku asli Nduga,” kata Emus, Senin (10/7/2017).

Ia berharap, panpil provinsi mengambil-alih hal ini dari panpil kabupaten/kota, agar setiap perwakilan suku dapat diakomodir. Tidak ada suku tertentu yang mendominasi dari periode ke periode. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

20 Juli 2017, Pemda Yahukimo masukan maskapai NAM Air

Selanjutnya

Fraksi PKB DPRD Jayawijaya harap budaya berkebun masyarakat dikembalikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe