Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Negara-negara Pasifik didesak tingkatkan keamanan di laut
  • Senin, 17 Juli 2017 — 16:07
  • 954x views

Negara-negara Pasifik didesak tingkatkan keamanan di laut

Kekhawatiran tersebut menyusul laporan pengamat Pasifik lainnya, dari Papua Nugini (PNG) bernama James Numbaru yang tersesat di laut.
Nelayan di perairan Pasifik - Grenpeace
Post Courier
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kekhawatiran di kawasan Pasifik semakin mengemuka karena beberapa negara belum menerapkan persyaratan Komisi Perikanan Laut Barat dan Pasifik Tengah, yang berlaku pada tahun 2016.

Persyaratan ini untuk memberi akses pada semua pengamat regional teknologi tepat guna yang tidak hanya akan menyelamatkan nyawa namun pada akhirnya memperbaiki data perikanan di Pasifik.

Perhatian tersebut dikemukakan oleh Bubba Cook dari World Wildlife Fund (WWF), pada pertemuan Forum Komite Perikanan (FFC), yang diadakan di Moolooba, Australia minggu lalu.

Kekhawatiran tersebut menyusul laporan pengamat Pasifik lainnya, dari Papua Nugini (PNG) bernama James Numbaru yang tersesat di laut.

Insiden tersebut adalah peristiwa keenam di sekitar laut Pasifik yang menghilangkan pengamat kelautan dan perikanan di kawasan ini sejak 2010. Untuk PNG, ini adalah yang keempat.

Numbaru telah hilang selama lebih dari dua minggu.

"Belasungkawa kami sampaikan pada keluarga Numbaru dan komunitas nelayan PNG. Seorang pengamat hilang, terlepas dari keadaan seputar kehilangan itu, ini terlalu banyak," kata aktivis WWF tersebut dalam forum.

FFA dan WCPFC secara kolektif telah memperjuangkan perbaikan kebijakan pengamat perikanan lebih banyak daripada wilayah lainnya. Namun, kebijakan hanya baik jika diimplementasikan dengan baik juga.

Cook, yang telah lama menjadi pendukung keselamatan dan keamanan pengamat kelautan yang kuat, telah mendesak agar tindakan tersebut diprioritaskan untuk menerapkan persyaratan teknologi, dan untuk memperluas teknologi ke semua pengamat perikanan yang bekerja di wilayah Pasifik.

Sementara itu, Cook mengatakan bahwa terkait dengan keberhasilan Para Pihak Perjanjian Nauru (PNA), Kapal di Laut (VDS), Perjanjian Tokelau yang menangani penangkapan ikan ilegal dan yang tidak dilaporkan selama ini mendesak agar Pacific Forum Fisheries Agency (FFA) tetap melakukan pendekatan yang konsisten dan berkomitmen terhadap penerapan electronic monitoring (EM) dan electronic reporting (ER) di wilayah ini.

"Kelompok Kerja Monitoring, Pengendalian, dan Pengawasan FFA tahun ini mengajukan rekomendasi untuk implementasi penuh ER pada tahun 2019. Kami pikir ini adalah proposisi yang sangat masuk akal dan bijaksana," jelas Cook.

Demikian juga, EM yang bergerak maju dengan cepat sehingga tidak akan masuk akal untuk mengamankan sebagian besar cakupan EM secara regional pada tahun 2020.

"Bahkan jika EM tidak menggantikan pengamat, kamera yang melengkapi pengamat dapat meningkatkan keamanan mereka secara signifikan sambil memberikan informasi penting lainnya," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

China sumbangkan peralatan pada Parlemen Vanuatu

Selanjutnya

Guam sita narkoba senilai US$750.000 dari AS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe