Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Perempuan Muslim Rohingya mengadu ke media internasional
  • Minggu, 16 Juli 2017 — 19:02
  • 845x views

Perempuan Muslim Rohingya mengadu ke media internasional

. Terungkap adanya perkosaan, penyiksaan, pembakaran, dan pembunuhan yang dilakukan pasukan keamanan dalam operasi tersebut.
Perempuan Muslim Rohingya. Jubi/Reuters
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Rakhine, Jubi - Perempuan muslim Rohingya berbaris untuk melaporkan suami, ibu, dan anak mereka yang hilang kepada para wartawan dari media internasional yang datang pertama kalinya ke Rakhine, Myanmar. Kawasan ini merupakan bagian yang terkena dampak kekerasan sejak Oktober.

"Anak saya bukanlah teroris. Dia ditangkap saat sedang bekerja di ladang," kata seorang ibu muda, Sarbeda, dikutip dari Reuters.

Pada November, tentara Myanmar menyapu seluruh desa tempat tinggal warga Rohingya di Maungdaw.

Penyelidik PBB sempat melakukan wawancara dengan pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu. Terungkap adanya perkosaan, penyiksaan, pembakaran, dan pembunuhan yang dilakukan pasukan keamanan dalam operasi tersebut.

Namun Pemerintah Myanmar yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi menyangkalnya. Pemerintah juga dianggap menghalangi masuknya tim pencari fakta PBB, menahan jurnalis independen serta pemantau hak asasi manusia di luar wilayah tersebut selama 9 bulan terakhir.

Minggu ini, Kementerian Informasi mengantar lebih dari 12 wartawan asing dan lokal yang mewakili media internasional, termasuk Reuters, ke daerah di bawah pengawasan polisi penjaga perbatasan.

Para wartawan menghabiskan waktu dua hari di Buthidaung, Maungdaw, Rakhine, tempat yang diduga banyak terdapat aktivitas militan.

Ketika sekelompok wartawan meminta waktu untuk bicara dengan penduduk desa, pasukan keamanan langsung memberikan tuduhan pelanggaran keamanan.

Dalam sebuah konferensi pers, Brigadir Jenderal Thura San Lwin, komandan polisi perbatasan Myanmar mengatakan bahwa warga desa memberikan laporan keliru.

"Media mengatakan bahwa kami membakar rumah dan ada kasus perkosaan. Mereka memberikan informasi yang salah," katanya.

Amerika Serikat sempat mendesak Myanmar agar mengizinkan misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyelidiki dugaan pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan yang dilakukan oleh pasukan keamanan terhadap Muslim Rohingya. (*)

 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tidak ada situasi genting, Perppu Ormas dinilai tidak relevan

Selanjutnya

Badai salju dan listrik terjang Chile

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe