Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. FPDMPMJ demo tolak John Banua maju Pilkada
  • Rabu, 05 Juli 2017 — 18:58
  • 1706x views

FPDMPMJ demo tolak John Banua maju Pilkada

Koordinator aksi, Markus Aroba di Jayapura, Rabu (5/7/2017) menegaskan John Banua   bukan Orang Asli Papua (OAP). Dengan demikian pihaknya menolak untuk maju sebaga calon bupati di Jayawijaya periode 2018-2023.
Forum Peduli Demokrasi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Jayawijaya (FPDMPMJ) saat menyampaikan aspirasi di depan kantor gubernur - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi - Sekitar seratusan orang yang tergabung dalam Forum Peduli Demokrasi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Jayawijaya (FPDMPMJ) melakukan aksi damai di halaman Kantor Gubernur Papua, menuntut Wakil Bupati Jayawijaya John Richard Banua untuk tidak maju di Pilkada 2018 sebagai calon bupati.
 
Dengan membawa sejumlah spanduk dan pamflet yang bertulisakan "John Banua kembalikan hak politik pada anak asli Papua, khususnya Jayawijaya", "wakil bupati kasih kesempatan putra daerah mencalonkan diri bupati dan wakil bupati Jayawijaya", dan "John Banua sudah cukup merusak kita di Wamena", massa meneriakkan menolak John Banua mencalonkan diri sebagai bupati Jayawijaya pada Pilkada 2018.
 
Koordinator aksi, Markus Aroba di Jayapura, Rabu (5/7/2017) menegaskan John Banua   bukan Orang Asli Papua (OAP). Dengan demikian pihaknya menolak untuk maju sebaga calon bupati di Jayawijaya periode 2018-2023.
 
"Selama 10 tahun John Banua sebagai wakil bupati. Tidak ada anak daerah yang mempunyai perusahaan. “Semua pengusaha bukan anak asli daerah. Di Wamena tidak ada anak daerah yang punya perusahaan. Jadi kami tolak John Banua," katanya.
 
Sebab sebagai anak daerah, mereka mengklaim masih mampu memimpin. Apalagi saat ini semua masih berpatokan pada UU Otsus No. 21 tahun 2001 yang memberikan prioritas kepada orang asli Papua.
 
Dengan demikian, pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini Gubernur Papua Lukas Enembe yang notabene Ketua DPD Partai Demokrat Papua untuk tidak memberikan dukungan kepada orang yang bukan asli Papua.
 
"Jangan beri rekomendasi kepada siapa pun yang bukan OAP. Kami ini membawa aspirasi perwakilan masyarakat Jayawijaya," ucapnya.
 
"Kami hanya minta hak kesulungan. Dengan meminta kepada Bapak John Banua untuk memberikan kesempatan kepada anak Putra Jayawijaya untuk memimpin. Karena beliau juga bukan orang asli Wamena," tambahnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen di hadapan para pendemo menyampaikan aspirasi yang dibawa para pemuda ini adalah hal yang kecil.
 
Sebab lanjutnya, sebagai Gubernur Papua, Lukas Enembe sejak 2013 usai dilantik yang pertama dilakukan adalah merombak UU Otsus No. 21 tahun 2001.
 
"Adik-adik tahu tantangan luar biasa. Kita semua yang di atas tanah ini menentang. Bagaimana kita berjuang mengubah undang-undang ini. Hari ini saya harap kepada kalian yang datang, kita semua sepakat," kata Hery.
 
Dia menambahkan, dirinya telah diberi kepercayaan oleh Gubernur Papua untuk menerima aspirasi. Namun terkait permintaan soal dukungan 12 partai politik, Sekda menyarankan agar meminta langsung ke masing-masing parpol.
 
"Terkait permintaan terhadap dukungan 12 parpol. Seharusnya para pendemo ini meminta langsung kepada partai politik sendiri. Karena kalian yang mempunyai daerah atau wilayah di Wamena," tutupnya.
 
Usai menyampaikan aspirasi dan menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Sekretaris Daerah Papua. Para pendemo meninggalkan halaman kantor Gubernur dengan aman dan tertib. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemukulan anak dosen, JPU bacakan tuntutan

Selanjutnya

Jasa Raharja berikan santunan Rp 50 juta per korban kecelakaan pesawat AMA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe